Jimly Ingatkan Lulusan Al Azhar tak Lupa Masjid

Kautsar Widya Prabowo    •    Sabtu, 11 Aug 2018 11:35 WIB
pendidikan
Jimly Ingatkan Lulusan Al Azhar tak Lupa Masjid
Ketua Pembina Yayasan Pesantren Islam Al Azhar Prof Jimly Asshiddiqie. Foto: MI/Adam Dwi

Jakarta: Lulusan Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) diminta tidak melupakan masjid setelah lulus dari lembaga pendidikan itu. Sebab masjid adalah sebaik-baiknya tempat dan semua bidang harus dikontrol oleh masjid.
 
Hal itu diungkapkan Ketua Pembina Yayasan Pesantren Islam Al Azhar Prof Jimly Asshiddiqie saat sambutan acara wisuda Universitas Al Azhar Indonesia ke XIX, di Gedung BPPT, Jakarta, Sabtu 11 Agustus 2018.
 
Jimliy mengatakan, Universitas Al Azhar terlahir dari masjid, berbeda dengan instansi lain yang menjadikan masjid sebagai fasilitas umum. Oleh karena itu, setiap alumni yang keluar dari universitas tersebut tidak lupa dengan masjid dalam menjalani kehidupan.
 
Menurutnya, masjid menjadi penangkal dari segala kondisi negatif, di mana kebebasan tidak terbatas.
 
"Rasullullah berkata, sebaik - baiknya tempat adalah masjid, seburuknya tempat adalah pasar. Semua bidang saat ini seperti pasar, pasar politik, pasar ekonomi yang bebas, ini harus dikontrol oleh masjid ," kata Jimly.

Baca: Rektor Berharap Universitas Al-Azhar Jadi Pusat Pengembangan Sains di Indonesia

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia tersebut menyampaikan dengan semangat masjid yang diajarkan Rasulullah dapat memberikan rahmat untuk semua alam semesta.
 
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Kementerian Pendidikan Nasional,  Illah Sailah mengungkapan, kehidupan masjid yang ditularkan dalam kehidupan mahasiswa UAI telah mendarah daging.
 
"Ketika sudah menjadi alumni, kunjungilah masjid, cari lah masjid setiap kita berpergian. Kalian sumbangkan selembar merah yang secara tidak sengaja bisa menjual nama almamater kita," kata Illah.
 
Almuni UAI diharapkan mendedikasikan diri untuk kehidupan dan mencerdaskan bangsa. Sehingga memiliki pribadi yang kaya intelektual, kaya speritual dan kaya kompetensi.


(FZN)