Lembaga Zakat Diganjar Penghargaan

Faisal Abdalla    •    Jumat, 09 Nov 2018 08:44 WIB
BAZNASzakat
Lembaga Zakat Diganjar Penghargaan
Ketua Dewan Syariah Nasional Majelis UIama Indonesia (tengah) bersama para penerima penghargaan..

Jakarta: Republika Syariah Award memberikan penghargaan kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Rumah Zakat. Kedua lembaga itu dianggap berkontribusi terhadap perkembangan perekonomian syariah di Indonesia.
 
"Alhamdulilah, anugerah ini melengkapi GIFA 2018 Award, sebuah penghargaan internasional yang juga pernah diterima presiden RI (Joko Widodo) dan presiden beberapa negara di dunia yang diadakan di Sarajevo, Bosnia, dan diterima Ketua Baznas sebulan lalu," kata Wakil Ketua Baznas, Zainulbahar Noor di Kuningan, Jakarta, Kamis, 8 November 2018.
 
Selain Baznas, Republika Syariah Award juga memberikan penghargaan kepada Rumah Zakat. Rumah Zakat mendapat penghargaan dalam kategori Lembaga Filantropi paling inovatif.
 
"Terima kasih atas kepercayaan sahabat kepada Rumah Zakat. Penghargaan ini, kami persembahkan kepada muzzaki, mitra, amil, mustahik, relawan dan semua pihak yang telah bersinergi," kata CEO Rumah Zakat, Nur Efendi dalam kesempatan yang sama.
 
Selain itu, Republika Syariah Award juga memberikan penghargaan kepada tiga tokoh yang dianggap berjasa dalam perkembangan ekonomi syariah; yaitu Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brojonegoro, pegiat konsultan ekonomi syariah Adiwarman, serta pengusaha Elidawati.
 
Sebanyak 20 perusahaan industri keuangan syariah juga mendapat penghargaan dari Republika Syariah Award. 20 perusahaan itu terdiri dari perbankan syariah, asuransi syariah, financial technology syariah, serta lembaga filantropi.

Baca: Pengelolaan Zakat Efektif Mengentaskan Kemiskinan

Acara Republika Syariah Award juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)  KH Ma'ruf Amin, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin.
 
Ma'ruf Amin yang juga merupakan Ketua Dewan Syariah Nasional Majelis UIama Indonesia (MUI) terus mendorong perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Ma'ruf optimistis Indonesia menjadi pusat keuangan syariah dunia seperti yang dicita-citakan Presiden Joko Widodo.
 
"Kita harus memandang ekonomi syariah dengan penuh optimisme, bahwa ke depan ekonomi syariah kita akan lebih kuat dalam rangka menguatkan ekonomi nasional," tandas Ma'ruf.




(FZN)