Warga Diimbau Waspada Banjir Bandang

   •    Rabu, 07 Nov 2018 07:08 WIB
banjir
Warga Diimbau Waspada Banjir Bandang
Ilustrasi banjir/Medcom.id/M. Rizal

Jakarta: Masyarakat diimbau mewaspadai curah hujan tinggi. Curah hujan di atas 20 milimeter per hari yang saat ini mengguyur Sumatera dan Kalimantan berpotensi meluas ke Jawa beberapa hari ke depan.

"Meluas ke Jawa karena adanya perlambatan dan area pertemuan angin yang memanjang dari Jawa bagian timur hingga barat sehingga meningkatkan kelembapan udara. Kondisi ini berpotensi menimbulkan hujan lebat," kata Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mulyono Rahadi Prabowo seperti dilansir Media Indonesia, Rabu, 7 November 2018.

Sebagian wilayah Indonesia yang bakal dilanda hujan disertai petir dan angin kencang pada pekan ini ialah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Bengkulu. Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah juga berpotensi sama. Begitu pula Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

"Masyarakat agar berhati-hati. Kondisi ini sangat rawan banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, dan pohon tumbang," ujar Mulyono.

Baca: Banjir Bandang di Tasikmalaya, Lima Orang Tewas

Sebelumnya, hujan deras di Kabupaten Tasikmalaya menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di kecamatan Cipatujah, Karangnunggal, dan Culamega. Banjir bandang dan tanah longsor itu menewaskan Mardin, 52, Sap'in, 40, Aning, 52, dan Elsa, 10, warga Kecamatan Culamega.

Dua korban lagi dari Kecamatan Cipatujah belum diketahui identitasnya. Warga Kecamatan Karangnunggal bernama Odin, 43, dan Fajar Fian, 10, juga masih dalam pencarian petugas.

Bencana tersebut juga memutuskan jembatan sepanjang 70 meter di Desa Ciandum dan Desa Ciheras serta mematikan aliran listrik. Desa Sukarutip, Cipanas, Pameutingan, Ciheras, dan Ciandum terisolasi.

Beberapa ruas jalan di Kecamatan Karangnunggal dan Culamega pun tertimbun tanah longsor. Sedangkan rumah terdampak banjir berada di Desa Ciawi, Cikupa, Sarimukti di Kecamatan Karangnunggal, dan Desa Bongsari serta Desa Cikuya di Kecamatan Culamega.

Hujan yang tak kunjung reda sedikit menghambat pencarian korban. Jalan nasional lintas selatan juga tak bisa dilalui kendaraan.


(OJE)