Gempa dan Tsunami di Palu

Penerbangan Komersial di Palu Berangsur Normal

Antara    •    Sabtu, 13 Oct 2018 19:43 WIB
Gempa Donggala
Penerbangan Komersial di Palu Berangsur Normal
Ilustrasi. Pesawat mendarat di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Paly. Antara/Wahyu Putro

Palu: Arus keluar masuk penumpang di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah berangsur normal. Pesawat komersial mulai dipadati penumpang yang masuk maupun keluar Palu.

Seperti dilansir Antara, Sabtu, 13 Oktober 2018, warga Palu yang mengungsi ke luar wilayah Sulteng mulai kembali. Salah satunya Rudi, warga Palu yang mengungsi ke Makassar tiga hari setelah gempa dan tsunami melanda. Rudi hanya pulang sendiri, anak dan istrinya memilih tetap tinggal di Makassar. 

"Masih trauma gempa dan tsunami, mungkin beberapa hari ke depan kembali pulang ke Palu," kata Rudi. 

Warga lainnya, Ronie, juga kembali setelah mengungsi di Makassar. Rumah Ronie di Kelurahan Lolu, Palu Timur, rusak berat akibat gempa. Sementara ini, Ronie dan keluarganya menumpang di tetangga yang rumahnya tidak rusak. 

"Yang penting jiwa selamat. Kalau harta bisa dicari lagi," kata Ronie.

Baca: Indonesia Diimbau Selalu Mewaspadai Bencana Alam

Informasi yang dihimpun Antara, aktivitas penerbangan komersial seperti NAM Air, Sriwijaya, Lion dan Garuda, mulai bergeliat setelah beberapa hari sebelumnya sempat terhenti karena landasan pacu bandara yang rusak. 

Dalam kondisi normal, arus penumpang yang diberangkatkan dari Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu menuju berbagai kota di Tanah Air sekitar 2.000 orang per hari hari.

Namun, sejumlah calon penumpang masih mengeluhkan tingginya harga tiket penerbangan komersial dari Palu. Tiket rute Palu-Makassar, misalnya, masih sekitar Rp800 ribu sampai Rp1 juta. Biasanya, tiket dengan rute yang sama hanya seharga Rp500 ribu.

Sedangkan harga tiket Palu-Jakarta berkisar antara Rp1,6 juta sampai Rp2,4 juta. Biasanya, harga tiket hanya Rp800 ribu sampai Rp1,2 juta.




(AGA)