Apjati dan Polri Awasi Pengiriman Pekerja Migran

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 14 Mar 2018 18:22 WIB
berita kemenaker
Apjati dan Polri Awasi Pengiriman Pekerja Migran
?Apjati dan Polri sepakat untuk mengawasi pengiriman pekerja migran. Foto: Dok. Kemenaker

Jakarta: Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) sepakat melakukan kerja sama pengawasan kepada perusahaan penyalur pekerja migran Indonesia ke luar negeri. Kerja sama ini dipandang perlu, guna mencegah tindak pidana perdagangan orang (human trafficking) yang selama ini sering menggunakan modus pengiriman pekerja migran.

“Jangan sampai pengiriman pekerja migran menjadi modus untuk kejahatan perdagangan orang. Oleh karenanya, perlu kerjasama antara Polri dengan APJATI,” kata Wakil Kepala Badan Intelijen Keamanan Mabes Polri,  Inspektur Jenderal Polisi Lucky Hermawan, saat membuka rapat dengan Dewan Pengurus Pusat APJATI, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 14 Maret 2018.

Hadir pula dalam rapat Direktur Sosial Budaya Bagian Intelijen Keamanan Brigadir Jenderal Polisi Mardisyam, Kasubdit Tiga Sosial Budaya Mabes Polri, Kombes Pol M Soleh Hidayat, Kanit PMI Dit Sosbud Bik Mabes Polri AKBP Bambang Murtejo,  serta Panit PMI Dit Sosbud Bik Mabes Polri,  IPDA Eko Prasetiyo. Jajaran APJATI dipimpin langsung Ketua Umum DPP APJATI, Ayub Basalamah.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Sosial Budaya Brigjen Merdisyam menyampaikan perlunya perbaikan tata kelola penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia. “Perbaikan dari huluhingga hilir. Termasuk  rencana skema penempatan pekerja migran melalui mekanisme satu pintu atau one channel dengan negara penempatan,” ujarnya.

Terkait dengan pengawasan, Mabes Polri akan melakukan pengawasan dan penertiban penempatanan pekerja migran ilegal atau non prosedural. Untuk itu, Polri meminta kepada APJATI mendukung dan berperan aktif memberikan informasi terkait pelaku pelanggaran pengiriman pekerja migran ilegal, terutama ke negara di kawasan Timur Tengah dan kawasan Asia Pasifik. 

Ini penting, karena pengiriman pekerja migran ilegal merupakan tindakan pidana perdagangan orang.

Ketua Umum Apjati, Ayub Basalamah menyambut baik kerja sama tersebut. Pihaknya berkomitmen terhadap tata kelola penempatan pekerja migran yang aman, mudah, murah dan bermartabat. Sehingga, pekerja migran Indonesia terbebas dari kejahatan perdagangan orang.

“Apjati akan berkoordinasi dengan Polri dan bertukar data dan informasi terkait pengawasan  perusahaan penyalur tenaga kerja,” kata Ayub. 



(ROS)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA