YLKI Minta BPOM Perketat Pengawasan

Intan Yunelia    •    Senin, 05 Feb 2018 17:07 WIB
izin edar obat
YLKI Minta BPOM Perketat Pengawasan
Ilustrasi: Obat. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Jakarta: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat pengawasan. Hal ini menyusul temuan DNA babi pada suplemen makanan merek Viostin DS dan obat lambung Enzyplex.

“Apa yang dilakukan oleh Badan POM sudah seharusnya dilakukan. BPOM harus memperkuat dan memperluas pengawasan agar kejadian ini tidak terjadi berulang kali,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam konferensi pers di Kantor BPOM, Jakarta, Senin, 5 Februari 2018.

Menurut dia, kasus seperti ini bukan yang pertama kali terjadi di Indonesia. Untuk pengawasan kasus semacam ini, kata dia, memang sangat diperlukan peran khusus dari Badan POM. 

“Tahun 2003 pada kasus Ajinamoto persis kejadiannya seperti ini. Saya kira pengawasan dari post-market sangat penting bagi konsumen secara keseluruhan,” kata Tulus.

Baca: DPR Diminta Prioritaskan RUU POM

YLKI, lanjut Tulus, terus mendorong agar produsen mengganti kerugian konsumen. Pasalnya, perkara ini bukan kasus perdata tapi kasus pidana yang melanggar undang-undang.

“Produsen harus mengembalikan dan mendeteksi kerugian yang diakibatkan, langkah hukum juga perlu dibuktikan secara pidana agar tidak terulang kembali,” pungkas dia.



(OGI)

KPK Diminta Segera Ungkap Nama Besar di Belakang Novanto

KPK Diminta Segera Ungkap Nama Besar di Belakang Novanto

26 minutes Ago

Setelah vonis 15 tahun terhadap Setya Novanto diketuk, KPK diminta untuk segera mengungkap nama…

BERITA LAINNYA