KJRI Penang Segera Pulangkan Jenazah Adelina

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 15 Feb 2018 08:34 WIB
tki
KJRI Penang Segera Pulangkan Jenazah Adelina
Adelina, TKI yang tewas disiksa majikannya di Malaysia. (Foto: The Star)

Jakarta: Jenazah Adelina Jemirah, tenaga kerja Indonesia yang tewas diduga akibat disiksa majikannya di Penang, sudah selesai divisum. Kepolisian Penang mengizinkan Pemerintah Indonesia untuk mengambil jenazah perempuan asal Nusa Tenggara Timur itu.

"Hari ini polisi membolehkan jenazah (Adelina) diambil dan selanjutnya akan diurus pemulangannya oleh KJRI Penang," ucap Sekretaris Utama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Hermono kepada Medcom.id, Kamis, 15 Februari 2018.

Meski demikian, Hermono mengatakan tidak mengetahui kapan jenazah Adelina akan tiba di daerah asal. Pasalnya, semua tergantung ketersediaan jadwal penerbangan. "Intinya akan kita pulangkan secepatnya," kata dia.

Hermono juga menuturkan jenazah Adelina akan langsung dibawa ke kota asalnya, di NTT.

Sebelumnya, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengatakan pemerintah akan segera memulangkan jenazah Adelina ke Kupang. "Proses hukum tetap berjalan. Jadi tidak berhenti karena jenasah almarhum dipulangkan. Kami juga akan terus mengawal proses hak-hak industrialnya karena faktanya dia bekerja dan mempunyai majikan," tegas Nusron Wahid dalam situs resmi BNP2TKI.

Adelina Jemirah merupakan tenaga kerja asal NTT yang ditemukan oleh para tetangga majikannya. Para tetangga dari majikan Adelina Jemirah menduga ada yang tak beres saat melihat dia tidur di samping anjing Rottweiler hitam. Mereka saat itu melihat Adelina tidur hanya beralaskan tikar jerami.

Baca: Pemerintah Diminta Kirim Nota Protes ke Malaysia

Salah satu tetangga melihatnya menghadapi gigitan nyamuk pada malam hari. Tetangga tersebut juga melihat luka bakarnya telah mengeluarkan nanah. Melihat hal tersebut, Adelina berkali-kali ditanya mengenai kondisinya. Namun, dia tak merespons perrtanyaan itu.

Senin lalu, jenasah Adelina diperiksa oleh pihak berwenang. Dia dilaporkan meninggal karena kegagalan beberapa organ akibat kurang darah.

Seorang wanita 60 tahun ditangkap dari rumah tempat Adelina bekerja pada Selasa kemarin. Dua anaknya, seorang pria 39 tahun dan perempuan 36 tahun sebelumnya ditahan dan dimintai keterangan.

Polisi Penang kini tengah menunggu hasil autopsi Adelina. "Kami tidak mengesampingkan dugaan kekerasan ini terjadi berbulan-bulan, namun kami masih menunggu hasil autopsi jenazah," tutur Kepala Polisi Penang Komisaris Datuk A. Thaiveegan.



(YDH)