Bullying Mahasiswa Disabilitas di Gunadarma Mengundang Keprihatinan

K. Yudha Wirakusuma    •    Senin, 17 Jul 2017 14:23 WIB
bullying
<i>Bullying</i> Mahasiswa Disabilitas di Gunadarma Mengundang Keprihatinan
Ilustrasi bullying--Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Aksi bullying yang dialami mahasiswa autis di Universitas Gunadarma menuai protes. Beberapa aktivis mendatangi kampus yang berada di Kelapa Dua, Depok.

"Tadi kita sudah sampai pukul 10.00 WIB dan diterima pihak rektorat Gunadarma pukul 11.00 WIB," kata salah satu aktivis Gerakan Masyarakat Peduli Hak Hak Penyandang Disabilitas Primaningrum saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Senin 17 Juli 2017.

Dia mengatakan aksi yang digelar bertujuan menyampaikan keprihatinan. Mereka menuntut kasus ini diselesaikan secara tuntas.

Baca: Mahasiswa Autis Dibully, Agus Hermanto: Harus Dibawa Ke Ranah Hukum

Primaningrum berharap, semua Mahasiswa yang terlibat dan meramaikan perbuatan keji diberikan sanksi sosial. "Hukuman sanksi sosial tersebut adalah lima tahun berturut turut mengikuti kegiatan Penyandang Disabilitas, minimal dua kali setiap bulannya," terangnya.

Pasal 42 ayat 3 UU Nomor 8 Tahun 2016 menyatakan Setiap Penyelenggara Pendidikan Tinggi wajib menfasilitasi pembentukan Unit Layanan Penyandang Disabilitas. "Dari durasi video bukan dalam kapasitas becanda ini kasus bullying," ucapnya.

Menurutnya dari pertemuan yang digelar, pihak Kampus berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. Saat ini tengah berjalan proses investigasi. "Kampus membentuk tim kecil dan kami dijanjikan pukul 16.00 WIB, akan menggelar konfrensi pers," ucapnya.

Kasus ini juga menyita perhatian Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto. Menurutnya, pihak kampus harus bertanggungjawab.

"Harus juga diurus secara tuntas siapa yang bersalah tentunya harus dibawa kepada ranah hukum. Karena apapun juga yang ada ini adalah perbuatan yang melanggar hukum, dan ini juga harus diusut tuntas" kata Agus di lobi Nusantara III Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin 17 Juli 3017.

Politikus Demokrat itu mendesak pihak kampus mencari akar permasalahan bullying agar kasus tak berulang. Kasus ini juga harus bisa menjadi pembelajaran untuk menyempurnakan regulasi untuk memenuhi seluruh kebutuhan kaum disabilitas.

Kasus bullying di Gunadarma meledak lewat video berjudul Lemparan Tong Sampah Maut. Video menuai kecaman.


(YDH)