Prajurit TNI AU Tewas Dikeroyok, Menkopolhukam: Itu Masalah Anak Muda

LB Ciputri Hutabarat    •    Rabu, 03 Jun 2015 16:57 WIB
perselisihan tni
Prajurit TNI AU Tewas Dikeroyok, Menkopolhukam: Itu Masalah Anak Muda
Tedjo Edhy Purdijatno. Foto: Andika Wahyu/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM, Tedjo Edhy Purdijatno menyebut bentrokan antara sesama anggota TNI pada Minggu 31 Mei lalu karena kurang dewasanya prajurit. Tedjo menyamakan bentrokan itu dengan kasus perselisihan satpam sebuah mal dan ormas beberapa hari lalu.

"Ini cuma kenakalan anak remaja. Contohnya kemarin bentrok satpam dan FBR. Kemudian ini hanya tentara, sama saja. Ini hanya karena ledek-ledekan. Kebetulan anak-anak muda semua dari militer," kata Menteri Tedjo, di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2015).

Tedjo telah membentuk tim investigasi untuk mengusut kasus ini. Ia juga mengaku sudah ada beberapa anggota Kopassus yang diperiksa.

"Akan ada lima anggota Kopasus yang akan diperiksa. Yang penting ini bukan bentrok institusi. Cuma manggil temannya dan kroyok-kroyokan," bebernya.

Pengeroyokan ini, sambung Tedjo tak terlepas dari fungsi pengawasan dari pimpinan satuan. Tedjo menambahkan, pengeroyakan seperti ini tak boleh terulang lagi.

"Tapi ini juga kontrol dari pimpinan, untuk kemudian hari anggota bawahannya jangan kayak gitu lagi. Inilah pentingnya pimpinan satuan. Tidak boleh terjadi lagi," tegasnya.

Sementara itu, banyak motif yang mungkin bisa terjadi dari pengeroyokan ini. Namun yang pasti, Tedjo mengimbau agar tak terlalu menganggap masalah ini besar.

"Banyak hal bisa bisnis, keluarga, macam-macam, narkoba, kan itu pengaruh juga. Tapi jangan masalah TNI dibesar-besarkan," pungkasnya.

Pada Minggu, 31 Mei, dini hari, terjadi pertengkaran antara anggota TNI AU dari Bintara Sarban Dinas Logistik Mabes AU dan anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Kartosuro, Jawa Tengah.

Akibat pertengkaran itu, seorang anggota TNI AU bernama Zulkifli, 39, berpangkatnya Serma, anggota Bintara Sarban Dinas Logistik Mabes AU, meninggal pada Senin, 1 Juni, pukul 21.30. Zulkifli sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSP AU) Hardjolukito, Yogyakarta.

Satu rekannya, Pelda Teguh Prasetyo, anggota Skatek 042 Madiun, yang dirawat di rumah sakit yang sama, masih belum sadarkan diri. Sedangkan, dua anggota TNI AU lain yang juga menjadi korban, masih melakukan rawat jalan di Solo, Jawa Tengah.


(KRI)