Kenaikan Jumlah Pemudik 2017 Bisa Mencapai 11%

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 18 Apr 2017 07:44 WIB
mudik lebaran 2017
Kenaikan Jumlah Pemudik 2017 Bisa Mencapai 11%
Penumpang pesawat memenuhi bandara pada musim mudik tahun lalu. Foto: Antara/Muhammad Iqbal

Metrotvnews.com, Sleman: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memperkirakan kenaikan jumlah penumpang bisa mencapai 11 persen pada musim mudik tahun ini. Dengan catatan, slot penerbangan di setiap bandara bisa dioptimalkan. 

"Secara nasional, peningkatan pemudik sekitar 9 persen. Jika ada penambahan slot (jadwal penerbangan) bisa naik sampai 11 persen," ujar Budi usai berkeliling Bandar Udara Adisutjipto, Senin petang 17 April 2017. 

Budi menyebut slot penerbangan di Bandara Adisutjipto bisa ditambah jelang menyambut arus mudik lebaran. Waktu penambahan slot itu diperkirakan antara pukul 21.00 hingga 24.00 WIB. 

Menurutnya, penambahan slot penerbangan perlu segera diproses. "Jangan lama-lama, satu atau dua minggu lagi harus dieksekusi," kata dia.

Budi memantau Bandara Adisutjipto untuk persiapan menyambut pemudik Lebaran 2017. Budi bungah karena melihat sejumlah perbaikan fasilitas, seperti perbaikan apron yang menghubungkan dua terminal di bandara tersebut, yakni terminal A dan B. 

Penumpang moda laut dan darat stagnan

Berbeda dengan transportasi udara. Penumpang transportasi laut dan darat dinilai tak mengalami penambahan besar. Menteri Budi menyebut penumpang transportasi laut hanya naik sekitar 5 persen. Sementara penumpang transportasi darat tak banyak berubah. 

Untuk transportasi laut, kata dia, pemerintah akan memanfaatkan kapal berjenis roro atau kapal yang bisa memuat kendaraan. Kapal akan menghubungkan Jakarta, Semarang, hingga Labuan Bajo di Lombok. 

"Jadi, bisa digunakan pemudik yang menggunakan sepeda motor. Atau mungkin bisa untuk mengangkut truk juga. Walaupun sejauh ini transportasi laut belum (tumbuh) signifikan," ujarnya. 

Untuk transportasi darat, Budi meminta pemilik sarana transportasi bus bisa memperbaiki manajemen. Ia meminta pemilik bus sudah mulai menerapkan sistem daring atau online

"Bus itu kan point to point. Gak ada kereta api sampai Wonosobo. Gak ada kereta api sampai Wonogiri. Bus menjadi satu-satunya angkutan yang bisa sampai depan rumah. Ini masih menjadi PR besar kita."

 


(UWA)