Atap SMP 4 Kota Bekasi Ambruk

Gana Buana    •    Selasa, 29 Nov 2016 10:58 WIB
sekolah ambruk
Atap SMP 4 Kota Bekasi Ambruk
Sejumlah siswa melintas di depan ruang laboratorium sekolah yang roboh di SMPN 4 Kota Bekasi, Bekasi, Jawa Barat, Senin (28/11)/Antara--Risky Andrianto

Metrotvnews.com, Bekasi: Atap salah satu ruang kelas di SMP Negeri 4 Kota Bekasi ambruk. Beruntung, peristiwa tersebut tak menimbulkan korban jiwa.

Wakil Kepala sekolah Bidang Kurikulum SMPN 4 Kota Bekasi, Sri Winarni menyampaikan, ruangan tersebut memang sudah lama dikosongkan dari kegiatan belajar mengajar.

"Sejak dini hari (Senin 28 November) hujan deras mengguyur, sehingga membuat plafon makin lapuk dan atapnya pun akhirnya ambruk," ungkap Sri di SMPN 4 Kota Bekasi Jalan Komando Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya Kecamatan Bekasi Selatan, Senin (28/11/2016).

Sri menjelaskan, dulunya ruangan tersebut sempat digunakan untuk ruang laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Namun, sejak diketahui tangga penyangga lapuk, dan rawan ambruk maka pihak sekolah tak lagi memfungsikannya.

Pihak sekolah sebelebumnya berencana merenovasi bangunan tersebut. Namun biayanya dianggarkan pada 2017. "Mau direnovasi tadinya, eh sudah keburu ambruk," imbuh sri.

Menurut Sri, ambruknya bangunan bekas laboratorium IPA tersebut menyebabkan atap di ruang kelas sebelahnya terkena imbas. Ruang kelas VIII yang sedang dipergunakan untuk Ujian Akhir Sekolah (UAS) pun ikut ambruk. "Kami langsung evakuasi siswa yang ujian agar tidak jatuh korban," kata dia.

Berdasarkan data yang diperoleh Media Indonesia, ruang berukuran 15x9 meter berdiri sekitar 1998. Bangunannya yang ambruk di bagian atap tersebut sudah lama tidak pergunakan. Akibat kejadian ini, dinding yang menjadi menyangga pun menjadi retak dan miring.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyampaikan, pemerintah setempat segera akan merenovasi bangunan yang roboh pada 2017. Rencanannya sekitar 14 ruang kelas baru akan dibangun termasuk merenovasi ruang laboratorium tersebut.

"Rencana renovasi bangunan SMPN 4 masuk dalam tahun anggaran 2017 dengan estimasi anggaran sebesar Rp6,5 miliar untuk 14 ruang dan laboratorium," jelas Rahmat.

Orang nomor satu di Kota Bekasi ini mengakui konstruksi bangunan kelas di SMPN 4 Kota Bekasi ini rawan ambruk. Sebab bangunannya sudah terbangun sejak tahun 90-an. "Kelas yang dibangun sejak 2000 mesti dilakukan perawatan dengan mengganti kerangka kayu di bagian atapnya," kata Rahmat.

Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, alexander Zulkarnaen menyampaikan, sekitar 200 unit ruang kelas di sejumlah sekolah negeri di wilayah setempat rawan ambruk. Sebab, usia bangunan sudah tergolong tua. "Akan kami inventarisir kembali jumlahnya," ungkap Alex.

Alex mengatakan, indikator bangunan tua salah satunya bangunan tersebut berdiri sekitar 10 tahun lalu. Maka dari itu pihaknya akan segera mengawasi agar bisa mengantisipasi kerusakan bangunan tersebut. "Paling banyak bangunan tua ada di sekolah dasar," tukas dia.


(YDH)