Jangan Biasakan Anak Membaca Buku Lewat Gadget, Kenapa?

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 29 Mar 2017 07:58 WIB
bukuuntukindonesia
Jangan Biasakan Anak Membaca Buku Lewat Gadget, Kenapa?
(Foto:Antara/Rivan Awal Lingga)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada era digital sekarang ini, manusia diberi beragam kemudahan. Termasuk dalam hal membaca. Orang tak perlu lagi menenteng koran, majalah, atau buku. Untuk mendapatkan informasi dan berita terkini, mereka lebih suka mengakses lewat gadget.

Kini telah tersedia beragam aplikasi penyedia buku digital (e-book) yang bisa diakses gratis. Membaca melalui gadget memang memudahkan dan juga praktis. Namun, kegiatan membaca buku melalui gadget ini sebenarnya tidak dianjurkan, apalagi bagi anak-anak.

Membaca buku dinilai lebih nyaman dan lebih cocok untuk anak ketimbang  membaca melalui gadget. Sebab, anak cenderung membungkuk ketika membaca buku digital. Selain itu, anak  mudah tergoda untuk bermain game, menonton video, atau bermain media sosial melalui gadget sehingga perhatiannya teralihkan dari buku yang sedang dibaca.

Ketika membaca, dibutuhkan tempat dan posisi yang nyaman. Posisi nyaman berarti kondisi tubuh tidak tertekan dan hanya fokus pada buku yang dibaca. Jika membaca melalui gadget akan memancing anak untuk membuka aplikasi-aplikasi lain sehingga fokus menjadi terpecah.

"Dampak yang dirasakan anak akan berbeda. Perbedaan itu dapat dilihat dari sikap duduk anak ketika membaca.  Sikap ketika anak membaca buku digital, ketika dia menelaah, itu akan berbeda dibandingkan saat membaca buku," ucap Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Tjut Rifameutia yang akrab disapa Meutia.

Buku dalam bentuk fisik pun dianggap lebih cocok untuk anak karena kaya akan gambar dan warna, serta dapat disentuh. Bahkan, tak sedikit buku yang memiliki tekstur dan bentuk tertentu untuk melatih kemampuan motorik dan indera peraba anak.

Kebiasaan membaca buku sejak kecil akan melatih panca indera anak. Selain itu, pengetahuan anak juga semakin luas, imajinasi terasah, dan dia bisa belajar memfokuskan perhatian terhadap suatu hal. Tentunya semua ini akan membentuk karakter yang baik bagi anak.

 Anak juga akan memiliki wawasan luas dibandingkan teman-temannya dan memiliki harga diri (self esteem) lebih tinggi. "(Membaca buku) meningkatkan disiplin anak. Membaca membuat anak menjadi tahu banyak hal dari yang sebelumnya tidak tahu apa-apa. Ini menjadi dorongan bagi anak-anak untuk semakin giat membaca," ujar Meutia.


(ROS)