Penggratisan Suramadu Permintaan Ulama

Yogi Bayu Aji    •    Rabu, 19 Dec 2018 19:03 WIB
jembatan suramadu
Penggratisan Suramadu Permintaan Ulama
Presiden Jokowi/MI/Panca Syurkani

Bangkalan: Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengungkap alasan menggratiskan Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Pulau Madura di Jawa Timur. Keputusan ia ambil setelah kerap mendengar masukan para ulama.

"Pada 2015 saya mendapat informasi, tarifnya, karcisnya, untuk jembatan terlalu mahal. Kemudian saya potong. Saya ketemu lagi dengan para ulama, Pak tetap mahal," kata Jokowi di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Rabu, 19 Desember 2018.

Jokowi akhirnya menggratiskan Suramadu. Menurut dia, langkah itu diambil juga lantaran jembatan dibangun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca: Jembatan Suramadu Jadi Non Tol

Kepala Negara yakin kebijakan ini bakal menguntungkan masyarakat sekitar. Warga akan dimudahkan dengan bebas mengakses jembatan penghubung tersebut.

"Inikan pengembangan ekonomi di Madura di depannya. Inilah, agar ini dimanfaatkan dengan baik," jelas Presiden ke-7 Indonesia itu.

Jembatan Suramadu resmi menjadi jalan non-tol, Sabtu, 27 Oktober 2018. Penggratisan dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Madura.

Baca: Jembatan Suramadu Gratis, BPWS Kini Ditiadakan

Dalam peresmian itu, Jokowi menjelaskan pemerintah sudah berusaha meningkatkan perekonomian Madura. Langkah yang diambil pemerintah ialah menggratiskan sepeda motor melewati jembatan tersebut pada 2015. Kemudian tarif untuk truk, bus, dan angkutan umum lain turun hingga 50 persen pada 2016.
 
Namun, langkah itu belum berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Madura. Angka kemiskinan dan ketimpangan di Madura masih jauh di atas daerah lain di Jawa Timur.
 
"Misalnya Surabaya, Gresik, dan Sidoardjo itu 4 sampai 6,7 persen (angka kemiskinan). Di Madura angka kemiskinan masih berada pada angka 16-23 persen," jelas Jokowi.

Baca: Jembatan Suramadu Gratis untuk Tekan Kemiskinan

Jokowi memutuskan Jembatan Suramadu menjadi non-tol. Dia berharap ini bisa mengubah perekonomian di Madura menjadi lebih baik.

Ia juga berharap investor semakin banyak masuk ke Madura. Sektor properti dan pariwisata juga diharapkan semakin berkembang.


(OJE)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA