Wisuda, Sarjana Joint Degree UPH-RMIT Raih Dua Gelar Sekaligus

Pelangi Karismakristi    •    Sabtu, 15 Oct 2016 17:15 WIB
beasiswa osc
Wisuda, Sarjana Joint Degree UPH-RMIT Raih Dua Gelar Sekaligus
Wisuda program Joint Degree Universitas Pelita Harapan jurusan Bisnis - Royal Melbourne Institute of Technology (Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakriskti)

Metrotvnews.com, Karawaci: Sebanyak delapan orang sarjana dan 52 diploma program Joint Degree Universitas Pelita Harapan (UPH) jurusan Bisnis (Business School) - Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), melangsungkan wisuda angkatan 2013, pada Sabtu (15/10/2015).

Para sarjana tersebut mendapatkan dua gelar, yakni sarjana ekonomi dan bachelor karena kerja sama antara UPH dengan RMIT yang menggabungkan sistem pembelajaran berstandar internasional, sehingga para mahasiswa tidak perlu berkuliah di Australia. Hanya dengan kuliah di UPH, mereka dapat menyandang gelar dari RMIT.

Director of International Program Peggy Mekel mengatakan, program tersebut menawarkan keuntungan bagi para mahasiswa. Sebab selain bisa mendapatkan dua gelar, mereka juga diajar langsung oleh para native speaker dari RMIT.

"Kita boleh berbangga karena partnership kita equal dalam arti mereka recognize di Indonesia dan mengakui sistem perkuliahan kami dan mempercayakan pada proses perkuliahan di UPH. Standarnya benar-benar terjaga, kami memastikan standar yang diharapkan RMIT. Walaupun dilakukan di sini (Karawaci, Indonesia), standar itu benar-benar terjaga. Dosennya dikirim dari Australia. Mahasiswa kami monitor, serta kami survei, dan kami memastikan ada quality insurance selama perkuliahan, baik dosen maupun mahasiswanya," jelas Peggy, usai acara wisuda di Gedung Hope UPH, Karawaci, Tangerang.


(Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakriskti)

Para mahasiswa juga mendapatkan kualitas pembelajaran yang tinggi. Selain belajar bahasa, mereka mempelajari teori dan kasus yang terjadi dalam bisnis baik di Indonesia maupun Australia.

"Artinya, mereka sudah lebih di depan. Pendalaman tentang mata kuliah itu sudah lebih advance. Kemudian, teknik-teknik pembelajaran, modul dan dosen kita sekali lagi memang sudah dipersiapkan untuk memenuhi standar internasional. Mudah-mudahan ilmu mereka tidak berhenti di tengah jalan dan ilmunya bermanfaat bagi bangsa," ucapnya.

Dua mahasiswa dengan predikat lulusan terbaik, Yovita dan Franklin Bruno Kenny, mengamini perkataan Peggy. Yovita, misalnya. Perempuan bergelar Bachelor of Business (Management) with Distiction itu merasa beruntung bisa melanjutkan studi selama tiga tahun dengan joint degree.

Kata Yovita, dengan memiliki dua gelar sekaligus bisa membantunya dalam mencari pekerjaan di perusahaan multinasional. Baginya, bergabung dengan joint degree memberikan banyak keuntungan.

"Sebenarnya, kuliahnya mirip (dengan perkuliahan biasa), tapi karena ada kurikulum dari Australia, itu menambah advantage buat kita. Jadi, kita tahu accounting di Australia dan Indonesia itu seperti apa. Meskipun ada sulitnya karena tercampur, bisa menambah pengetahuan. Apalagi programnya bahasa Inggris dan text book kita juga bahasa Inggris," kata Yovita.


Yovita dan Franklin Bruno Kenny (Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakriskti)


Senada dengan Franklin, peraih Diploma of Commerce ini merasa banyak pembelajaran yang didapatkan dari dosen Indonesia dan Australia selama satu tahun belajar.

"Lulusan RMIT membawa sebuah kebanggaan, karena itu adalah sebuah gelar internasional dan RMIT namanya sudah cukup bagus di Australia. Di sini kita dapat banyak insight, cara mengajar dosen yang berbeda itu bisa sekali menambah wawasan," ujar Franklin.

Pun demikian yang dirasakan Laurencia Bernadette Yokung. Meskipun berkuliah dalam program yang telah dibuka sejak 2013 itu dirasa cukup berat, hasilnya telah dipetik Lauren.

"Di sini kan kita study localy, work globaly, ya. Bagus banget karena kita belajar dan dapat experience, tukar pikiran langsung dengan para native. Di sini yang penting work hard. Saya bersyukur teman-teman tidak terlalu kompetitif. Malah kita saling bantu satu sama lain, worthed lah," ucap Lauren.

Ayah Lauren, Theodorus Yokung pun mengakui bahwa selama putrinya berkuliah di Joint Degree UPH-RMIT banyak sekali perubahan dan kemajuan, baik dari segi ilmu pengetahuan maupun perilaku. "Bagi saya, ini sesuatu yang membanggakan. Semoga dia bisa berhasil bukan cuma untuk lokal saja, namun juga internasional," kata sang ayah, berharap.


Laurencia Bernadette Yokung (Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakriskti)


Sementara itu, Rektor UPH Jonathan L Parapak menjelaskan, UPH selalu berupaya menyetarakan pendidikannya setaraf internasional. UPH secara administrasi dan pelaksanaan pembelajaran sudah setingkat internasional. Salah satu buktinya, RMIT mempercayakan joint degree kepada UPH.

"Itu yang kita incar untuk internasional program. Ayo, siapa yang mau dapat gelar tingkat internasional, di UPH bisa. Buktinya, gelar kita itu sama dengan mereka (lulusan RMIT). Jadi mereka (para lulusan) dapat dua gelar," kata Jonathan.

Jonathan berharap, para lulusan yang telah diwisuda hari ini bisa diterima di perusahaan mana pun dan memberikan manfaat bagi bangsa.

"Kalau kita pergi ke Australia pakai ijazah RMIT pasti laku. Sama halnya di Indonesia, kalau pakai ijazah UPH juga laku. Seperti kemarin, saya ke Bali bertemu dengan salah satu lulusan UPH dan telah sukses. Kita bersyukur, para lulusan kita baik," kata Jonathan.


(ROS)