Gelang Jemaah Haji Indonesia akan Dilengkapi Kode QR

Fachri Audhia Hafiez    •    Senin, 19 Mar 2018 19:13 WIB
Haji 2018
Gelang Jemaah Haji Indonesia akan Dilengkapi Kode QR
Ilustrasi Haji. Foto Antara

Jakarta: Kementerian Agama akan melengkapi gelang jemaah haji Indonesia dengan Kode QR. Semua data jemaah akan terekam dalam gelang sehinga mempermudah identifikasi.
 
"Ada tambahan QR Code pada gelang jemaah haji yang berisikan data jemaah sehingga memudahkan identifikasi jemaah dengan menggunakan aplikasi QR dan barcode scanner," ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali di kantor Kementerian Agama, seperti dilansir kemenag.go.id, Senin, 19 Maret 2018.
 
Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler Nasrullah Jasam menjelaskan, musim haji tahun ini 1439 H atau 2018, petugas cukup memindai (scan) kode QR yang terdapat dalam gelang jemaah jika diketahui ada yang tersesat di tanah suci. Dia bilang, dengan data pada kode QR, tingkat kesalahan data jemaah bisa diminimalisir.
 
"Ketika menginput nomor porsi jemaah, muncul data hotelnya di mana, kamar berapa, kloter berapa. Akan tetapi karena proses penginputan data dilakukan secara manual, seringkali data yang diperoleh tidak sesuai," ujar Nasrullah.

Baca: Biaya Haji 2018 Ditetapkan Rp35,2 Juta

Nizar mengatakan, saat ini tim teknis gelang sudah melakukan survei untuk menyiapkan spesifikasi teknis gelang dan dasar untuk pembuatan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
 
"Pengadaannya menunggu penetapan Keputusan Presiden (Kepres) terkait Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH)," ujar Nizar.
 
Dia menambahkan, setelah Kepres BPIH ditandatangani Presiden, Ditjen PHU segera menyusun Keputusan Menteri Agama (KMA) terkait pelunasan BPIH 2018. Direncanakan waktu pelunasan BPIH Reguler akan dibagi menjadi dua tahap.
 
"Tahap pertama akan dibuka tanggal 3 - 20 April 2018 atau 14 hari kerja. Sedangkan tahap kedua dibuka tanggal 8 hingga 19 Mei 2018 atau 9 hari kerja. Pelunasan tahap kedua dibuka jika masih ada sisa kuota sampai dengan pelunasan tahap pertama ditutup," papar Nizar.




(FZN)