Dewan Masjid Tawarkan Bantuan Modal Rp10 Juta

Dian Ihsan Siregar    •    Sabtu, 13 Jan 2018 15:23 WIB
masjid
Dewan Masjid Tawarkan Bantuan Modal Rp10 Juta
Sekretaris Jenderal DMI Imam Addaruqutni--Medcom.id/Dian Ihsan Siregar.

Jakarta: Dewan Masjid Indonesia (DMI) memiliki cara khusus untuk membantu umat. DMI memberikan bantuan modal Rp10 juta per orang, untuk menjalankan usaha.

"Mereka putarkan kembali. Itu maksud kami untuk memberdayakan umat," kata Sekretaris Jenderal DMI Imam Addaruqutni saat ‎ditemui dalam acara 'Rapat Kerja DKM Masjid Nursiah Daud Paloh 2018' di ‎bilangan Kedoya, Jakarta, Sabtu, 13 Januari 2018.

Baca: Dewan Masjid Sesalkan Khotbah Jadi Sarana Ujaran Kebencian

Selain itu, Masjid juga membuka pintu untuk para profesional. Para profesional itu dianggap berhak memperoleh gaji setiap bulannya.  "Ini makanya diperbolehkan untuk mereka bekerja secara profesional untuk di masjid," tegas dia.

‎Dari hal itu, lanjut dia, bisa disimpulkan, bahwa masjid memang dapat memakmurkan banyak umat. Sebab, ada dana langsung yang harus disalurkan masyarakat, dana itu sendiri merupakan hasil himpunan tiap harinya.

"Maka jangan segan-segan pengurus Masjid punya angan-angan bisa membina di mana saja. Itu bisa menumbuhkan lagi, bahwa pikiran besar itu tentunya akan membuat itu semua baik," tukas dia.

Ketika mengurus masjid, umat harus konsentrasi dan berpikir mendalam. Ketika konsentrasi, maka bisa menciptakan konsep yang bagus dalam memeriahkan Masjid.

"Lalu, kalau sesudah itu, harus evaluasi sumber daya manusia (SDM). SDM ini kita butuhkan, sehingga masyarakat sekitar masjid atau di luar masjid harus dilibatkan," paparnya. 

Mengajak masyarakat untuk berpartisipasi di masjid, lanjut dia, pernah dilakukan di zaman Nabi Muhammad SAW. ‎Maka dari itu, contoh yang datang dari Nabi harus dilakukan, agar semua yang sulit bisa dijalankan dengan baik.

"Pasti akan jalan kok. Nabi berdakwah dengan keluarga sendiri dulu dan mengajak masyarakat. Begitu matang maka akan dijalankan, semua dilibatkannya. Makanya jangan berpikir sulit, yang sulit itu akan mudah dengan pikiran yang besar," pungkas Imam. ‎‎



(YDH)