Jokowi-JK Disebut Berhasil Lindungi Negara dari Narkoba

   •    Jumat, 04 May 2018 14:58 WIB
narkoba
Jokowi-JK Disebut Berhasil Lindungi Negara dari Narkoba
Wapres Jusuf Kalla bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo (kemeja putih) dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang saat pemusnahan barang bukti narkoba di Silang Monas Jakarta, Jumat, 4 Mei 2018. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Jakarta: Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai gencarnya upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan jajaran BNN, Polri, Ditjen Bea Cukai, hingga TNI AL membuktikan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berhasil menjaga masa depan bangsa. Duet kepemimpinan ini disebut serius memberantas narkoba.

Bamsoet berpendapat Jokowi-JK tak hanya menindak pedagang dan korban, namun juga mencegah masuknya narkoba. Penguatan perlindungan terhadap generasi bangsa dari bahaya zat terlarang ini, kata dia, akan didukung DPR melalui revisi UU Narkotika.

"Jihad memerangi Narkoba sudah dilakukan dari hulu sampai hilir. Aparat di wilayah perbatasan maupun intelijen kita semakin kuat. Memang masih belum sempurna, namun terus akan kita tingkatkan," papar Bamsoet saat menyaksikan pemusnahan barang bukti 2,6 ton narkoba jenis sabu bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di silang Monas, Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat, 4 Mei 2018.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menjelaskan revisi UU Narkotika sangat diperlukan guna memberikan kepastian hukum lebih lanjut. Beberapa di antaranya menyangkut pelaksanaan eksekusi hukuman mati agar ada efek jera.

"DPR sudah mendorong pemerintah agar revisi UU Narkotika bisa segera kita bahas. Kita perlu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Saat ini peredaran, perdagangan, maupun penyelundupan narkoba semakin canggih. Bandar dan sindikatnya juga antarnegara. Saya ingin revisi UU Narkotika bisa menjawab berbagai tantangan tersebut," kata Bamsoet.

Baca: OSO: Pengedar Narkoba Harus Dihukum Mati

Ia juga meminta semua pihak tidak memberikan ruang bagi peredaran narkoba di Indonesia. Kendati aparat berwenang sudah melakukan berbagai upaya penegakan hukum, namun penyelundupan dan peredaran narkoba hingga kini masih tinggi di Indonesia.

"Saya sudah berkali-kali menyerukan jihad melawan narkoba. Ini butuh dukungan semua pihak. Bukan hanya dari aparat hukum, yang paling utama dari masyarakat sekitar. Jangan ragu melaporkan kepada aparat hukum jika menemukan pihak-pihak yang dicurigai terlibat dalam lingkaran narkoba," ujar Bamsoet.

Sinergi aparat

Terkait 2,6 ton sabu yang dimusnahkan, Bamsoet mengapresiasi sinergisitas berbagai instansi hingga berhasil mengamankan enam tersangka. Aparat keamanan Indonesia juga disebut mampu bekerja sama dengan pihak internasional seperti Australian Federal Police (AFP) dalam upaya mencegah penyelundupan narkoba.

"Dari proses pengintaian dan pengejaran tak kenal lelah oleh aparat keamanan, akhirnya 2,6 ton narkoba bisa diamankan," tukas Bamsoet.

Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni berpendapat sinergisitas antara penegak hukum dan instansi lainnya semakin terlihat baik dalam upaya pemberantasan narkoba. Ia menekankan pemberantasan narkoba juga harus didukung dengan penindakan oknum aparat yang melindungi peredaran zat terlarang tersebut.

Sahroni berpesan sosialisasi secara massif akan bahaya narkoba juga harus lebih digalakkan, khususnya di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Ia mengapresiasi deklarasi antinarkoba yang ditandatangani oleh ratusan pelajar se-Jakarta Barat di Walikota Jakarta Barat, kemarin.

“Salah satu sasaran pengedar narkoba adalah para pelajar. Sebagai generasi penerus bangsa, mereka harus diberikan pemahaman bahaya narkoba sehingga tak tergoda untuk mengonsumsinya,” tegas Sahroni.




(UWA)