Guru Sekolah Cendekia BAZNAS Unjuk Prestasi di Australia

Pelangi Karismakristi    •    Senin, 09 Jul 2018 11:52 WIB
BAZNAS
Guru Sekolah Cendekia BAZNAS Unjuk Prestasi di Australia
Sejumlah guru Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) unjuk prestasi di Adelaide, Australia. Foto: Dok. BAZNAS

Jakarta: Sejumlah guru Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) unjuk prestasi di Adelaide, Australia. Mereka berkesempatan mengikuti The 3rd Annual Australian Islamic Schooling, pada 9-13 Juli 2018.

"Alhamdulillah, sejumlah guru SCB lolos seleksi untuk mengikuti kegiatan pendidikan di Australia. Dua tim guru SCB terdiri atas Pak Ahmad Kamaluddin Afif, Pak Deni, Bu Yuniawati, dan Bu Atin," ujar Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Mohd. Nasir Tajang dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin 9 Juli 2018.

Pada kegiatan yang berlangsung di Universitas South Australia ini, lanjut Nasir, tim Sekolah Cendikia BAZNAS akan mempresentasikan dua makalah berjudul Model of Learning Media Boardgame Zakuma to Improving Scholarly and Awareness of Zakat in High School dan Gaining Public Trust and Achievement Through Practicing Culturally Responsive Pedagogy and School Social Responsibility in The Cendekia BAZNAS School.

Sister School

Nasir menambahkan bahwa SCB akan menjajaki kerjasama 'sekolah kembar' atau sister school di Pinnacle College dan Australian Islamic Collage. "Semoga kesempatan ini memberikan banyak pembelajaran bagi SCB untuk menjadi sekolah model berbasis zakat berkelas dunia di Indonesia," imbuhnya. 

Selain itu, BAZNAS juga memiliki sejumlah program yang saat ini sedang dijalankan Lembaga Beasiswa BAZNAS (LBB). Salah satunya yakni seleksi 500 peserta Beasiswa Cendikia BAZNAS (BCB) dari 81 kampus berakreditasi B.

Selanjutnya, pengiriman dokumen perjanjian kerja sama untuk 200 peserta BCB di 8 kampus. Di antaranya Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, dan Universitas Andalas (Unand) Padang.

Kemudian, sambung Nasir, pertemuan dengan Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (AIAA) cabang Indonesia, terkait kerja sama pemberian bantuan biaya kebutuhan hidup (living cost) bagi penerima beasiswa di Universitas Al-Azhar Kairo. Pertemuan ini dihadiri Presiden Persatuan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir.

Ada pula kegiatan berbagi Semangat Kebangkitan Zakat bersama penerima bantuan pendidikan mahasiswa Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta.



(ROS)

Aset Novanto Terancam Disita KPK

Aset Novanto Terancam Disita KPK

10 hours Ago

Penyitaan dilakukan untuk membayar sisa uang pengganti kerugian negara atas korupsi KTP-el, yan…

BERITA LAINNYA