Komisi I Setujui Nota Kesepahaman ZEE Indonesia-Filipina

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 18 Apr 2017 15:02 WIB
berita dpr
Komisi I Setujui Nota Kesepahaman ZEE Indonesia-Filipina
Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Priyadi Kardono menjelaskan tentang peta NKRI edisi tahun 2015, termasuk di dalamnya laut teritorial dan ZEE (Foto:Antara/Jafkhairi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi I DPR RI menyetujui nota kesepahaman yang disusun oleh pemerintah terkait perbatasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dengan Filipina. Diharapkan, kesepakatan tersebut segera diterapkan oleh kedua belah pihak.

"Kalau saya baca, hampir tidak ada masalah. Apa yang disampaikan pemerintah cukup signifikan meyakinkan DPR segera merativikasi dari sisi politik, keyakinan hukum, ekonomi memenuhi persyaratan untuk segera dilakukan," kata Wakil Ketua Komisi I TB Hasanuddin, saat ditemui di Gedung Nusantara II, DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 18 April 2017.

Pada lain kesempatan, Wakil Ketua Komisi I Asril Tanjung mengatakan, ratifikasi yang dilakukan antar kedua negara perlu dilakukan. Sebab, kesepakatan wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Filipina sudah lama tidak ditinjau ulang oleh kedua belah pihak.

Terlebih, belakangan ini banyak permasalahan kemanan yang terjadi antara Indonesia dengan Filipina di wilayah perbatasan. Sehingga, ratifikasi  perlu dibahas dan dikaji kembali untuk menjamin wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Filipina.

"Karena ada beberapa suku di sana ikut Filipina, ada juga ikut Indonesia. Apalagi banyak perampokan kemarin. Itulah kenapa ratifikasi perlu dilakukan lagi supaya ada kejelasan dan jaminan untuk penduduk dan ekonomi," kata Asril.

Diharapkan, ratifikasi wilayah perbatasan bisa segera diselesaikan karena wilayah perbatasan sangat penting untuk menjaga kedaulatan Indonesia.

"Saya gembira kalau ini selesai supaya ada kejelasan batas ZEE kita dengan Filipina. ZEE  perlu, sangat penting," tegasnya.


(ROS)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

5 hours Ago

Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat ikut menyediakan teknologi perekaman KTP-el. Terselip na…

BERITA LAINNYA