BPBD DKI Jakarta Sosialisasikan Sekolah Aman Bencana

Sosialisasi Siaga Bencana Sasar Sekolah dan Madrasah

Intan Yunelia    •    Rabu, 09 Jan 2019 20:16 WIB
Mitigasi BencanaTsunami di Selat Sunda
Sosialisasi Siaga Bencana Sasar Sekolah dan Madrasah
BPBD DKI Jakarta dan Universitas Trisakti bekerja sama memberikan pelatihan dan simulasi tanggap bencana di salah satu SD di Jakarta, Foto: Humas BPBD DKI Jakarta

Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bekerja sama dengan mahasiswa Master of Management in Communication Universitas Trisakti menggelar workshop sekolah aman bencana, di Jakarta, Rabu 9 Januari 2019.  Workshop yang diisi dengan peragaan dan simulasi tanggap bencana ini menyasar anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) dan juga madrasah.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana BPBD DKI Jakarta, Embai Suhaimi mengatakan sekolah dan madrasah menjadi salah satu target sosialisasi tanggap bencana. BPBD secara bergantian akan melakukan kegiatan simulasi bencana ini, demi terciptanya sekolah aman bencana.

"Kesadaran tanggap bencana ini perlu dilakukan, karena sering jatuh korban saat terjadi bencana akibat kurangnya pemahaman masyarakat akan cara-cara yang benar untuk menghadapi bencana," ujar Embai, di Jakarta, Rabu 9 Januari 2019.

Hidup di Indonesia yang terletak di Ring of Fires, dengan potensi bencana alam gempa bumi yang bisa terjadi sewaktu-waktu membuat masyarakat Indonesia perlu memiliki kecakapan dalam menghadapi bencana alam.  Kali ini BPBD DKI Jakarta mengadakan simulasi bencana di SD Negeri 02 Setu, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Simulasi ini diikuti oleh semua siswa yang berjumlah 120 orang anak.

Dengan didampingi guru, anak-anak ini mengikuti arahan para petugas BPBD tentang apa saja yang harus dilakukan ketika terjadi gempa. "Seperti melindungi kepala, menjauhi kaca, berlindung di bawah meja dan mencari titik kumpul yang aman jika gempa terjadi saat mereka berada di sekolah," papar Embai.

Baca: Pelibatan Riset dalam Mitigasi Bencana Belum Optimal

Selain murid, simulasi ini juga diikuti oleh seluruh elemen sekolah. Mulai dari guru, komite sekolah dan siswanya. Kegiatan ini pun disambut positif oleh pihak sekolah.

Kepala Sekolah SDN 02 Setu Jakarta Timur, Widyono mengatakan panduan SOP kebencanaan ini merupakan pertama kali dilakukan di sekolah.  Sudah sejak lama pihak sekolah mengagendakan agar guru-guru mendapatkan pengetahuan yang benar tentang bagaimana melakukan evakuasi dan tim siaga bencana di sekolah.

"Alhamdulillah ternyata datang inisiatif dari komite sekolah dan tim mahasiswa Universitas Trisakti dengan menghadirkan BPBD," tutur Widyono.


(CEU)