Total 155 Kantong Jenazah Korban Lion Dikumpulkan

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 05 Nov 2018 19:47 WIB
Lion Air Jatuh
Total 155 Kantong Jenazah Korban Lion Dikumpulkan
Ilustrasi. Salah satu kantong jenazah yang tiba di JICT/Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Jakarta: Tim Search and Rescue (SAR) gabungan telah mengumpulkan 155 kantong jenazah selama delapan hari operasi pencarian korban jatuhnya Lion Air. Seluruh kantong jenazah telah dikirim ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur guna diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

"Sore ini datang lagi 17 kantong jenazah. Maka ada 155 kantong jenazah. Semua yang datang telah dibawa ke DVI Polri," ‎kata Kepala Basarnas Masekal Madya M Syaugi di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Jakarta, Senin, 5 November 2018.

Syaugi menyatakan ada beberapa kantong jenazah yang akan tiba di Dermaga JICT 2 Tanjung Priok. Namun, dia belum bisa merinci berapa total kantong jenazah yang menyusul dikirim. "Nanti kalau sudah hadir di sini, baru kita akan update," ungkapnya.

Dia menegaskan, Badan SAR Nasional (Basarnas) sangat serius terkait operasi pencarian korban Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Karawang. Basarnas masih terus menampung masukan dari banyak pihak. Termasuk, dari Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin yang sore tadi menyambangi JICT 2 Tanjung Priok.

"Tentunya beliau (Ngabalin) memberikan masukan kepada bapak Presiden Jokowi. Karena, pak Jokowi sudah datang dua kali ke sini. Makanya ini kita katakan, dia datang ke sini untuk meyakinkan apakah kita melakukan operasi ini dengan serius," ucap Syaugi.

Senin pagi, 29 Oktober 2018, Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang ‎jatuh di perairan Tanjung Karawang. Pada saat kejadian itu mengangkut 189 orang.

Sejauh ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian. Selain ratusan kantong jenazah, puing pesawat maupun barang milik korban, tim juga telah menemukan ‎Flight Data Recorder (FDR), Emergency Locator Transmiter (ELT) dan flight directio‎n.

Tim SAR gabungan masih mencari‎ Cockpit Voice Recorder (CVR). Benda yang berisi percakapan terakhir pilot dan co-pilot itu diyakini bisa menguak lebih jelas penyebab jatuhnya pesawat Lion Air.




(AGA)