Pengakuan Keluarga Korban Lion Air Terusir dari Hotel

Siti Yona Hukmana    •    Rabu, 23 Jan 2019 16:22 WIB
Lion Air Jatuh
Pengakuan Keluarga Korban Lion Air Terusir dari Hotel
Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP yang menginap di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, akan pindah ke Hotel Ibis Slipi, Jakarta Barat. Mereka akan dipindahkan pada Kamis, 24 Januari 2019.

"Kami dapat kabar dari keluarga kru bahwa penutupan posko besok dan kami akan dipindahkan ke Hotel Ibis Slipi," kata salah satu keluarga korban bernama Neis Marfuah kepada Medcom.id, Rabu, 23 Januari 2019.

Meski akan dipindahkan besok, Neis mengaku belum dapat kepastian dari pihak Lion Air terkait pembiayaan hotel. Ia belum mendapat kabar langsung dari Lion Air. "Yang pasti kami belum dikasih kepastian apa-apa dari Lion," ujar perempuan asal Bandung itu.

Begitu juga dengan posko di Hotel Ibis Slipi, Cawang, Jakarta Pusat. Neis mengatakan belum mengetahui posko itu buka sampai kapan.

"Entahlah. Kami secara langsung tak dapat kontak dari Lion, sampai saat ini pun tak ada kabar untuk kami," ucap keluarga korban Lion Air bernama Fifian Hasna Afifah yang belum teridentifikasi itu.

Baca: 50 Keluarga Korban Lion Air `Diusir` dari Hotel

Sebelumnya, sebanyak 50 keluarga korban yang menginap di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur diminta untuk keluar. Sebab, per hari ini Rabu, 23 Januari 2019 Lion Air sudah tidak membayar kamar yang diinapi keluarga korban.

Menyikapi hal ini, pihak hotel enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengaku dihubungi pihak Lion untuk memberitahukan kepada keluarga korban segera meninggalkan hotel.

"Saya tidak bisa sebutkan rinciannya karena dari saya juga tidak bisa mengeluarkan statement. Soalnya pihak lion air menghubungi pihak hotel, hari ini untuk teman-teman dari keluarga korban itu check out dari hotel," terang seorang Managemen Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur yang engan disebutkan namanya.

Pesawat Lion Air PK-LQP dari Bandara Soekarno Hatta, Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang jatuh di Tanjung Karawang pada Senin 29 Oktober sekitar pukul 06.33 WIB. Penerbangan ini membawa 189 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak dan dua bayi dengan dua pilot dan lima awak kabin.

Sebanyak 125 penumpang telah teridentifikasi. Korban yang sudah teridentifikasi telah dibawa oleh keluarga untuk dimakamkan. Sementara 64 penumpang belum teridentifikasi. Keluarga dari 64 korban yang belum teridentifikasi masih menunggu harapan.


(YDH)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA