Lumpur Tebal Halangi Sinyal CVR Black Box

Kautsar Widya Prabowo    •    Rabu, 07 Nov 2018 21:32 WIB
Lion Air Jatuh
Lumpur Tebal Halangi Sinyal CVR <i> Black Box</i>
Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmada I Kolonel Laut (P) Isswarto. Medcom.id/ Kautsar W P

Jakarta: TNI Angkatan Laut kembali melacak keberadaan kotak hitam (black box) yang berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air PK-LQP yang sempat memberikan sinyal. 

Namun lagi-lagi sinyal yang diterima ping locater milik Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di KRI Rigel dalam keadaan sulit ditangkap. Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmada I Kolonel Laut (P) Isswarto mengatakan kondisi tersebut diperkirakan karena CVR tertimbun lumpur.

"Ping locater CVR masih bunyi tadi pagi, tim penyelam kami mendengar kemudian ketika didekati menghilang, kita tidak tahu apakah sinyal ping locater kurang bagus atau CVR-nya memang lemah suaranya ," ujarnya di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 7 November 2018.

Ia menambahkan lumpur di dasar laut yang terlihat oleh oleh penyelam melakukan evakuasi korban cukup tebal. Lumpur tersebut mengganggu pencarian.

"Saya kira halangnya tertutup benda keras atau lumpur, mungkin 40 sentimeter sampai satu meter (kedalam lumpur)," tutur dia.

Selain itu untuk titik pencarian lokasi masih tetap sama dengan sebelumnya yakni ditandai dengan berlabuhnya kapal Victori milik Pertamina. Namun untuk saat ini kapal tersebut diganti oleh kapal Baruna Jaya I milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Sedangkan untuk TNI AL masih akan meyaiagakan personelnya di pangkalan Pondok Dayung Jakarta Utara. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan siap untuk diturunkan.

"Stand by di pangkalan, kita siapkan 45 personel dari Kopaska ataupun Dislambair, Dejanka kami siapkan dan taifib dari Marunda ," pungkas dia.


(SCI)