Pers Indonesia Dihadapkan dengan Berbagai Tantangan

Fachri Audhia Hafiez    •    Senin, 14 Jan 2019 07:55 WIB
pers
Pers Indonesia Dihadapkan dengan Berbagai Tantangan
Ilustrasi--Sejumlah wartawan memajang poster saat melakukan aksi damai peringatan hari kebebasan pers internasional di Perempatan Bank Indonesia Mataram, NTB, Sabtu (3/5)--

Bogor: Pers Indonesia dihadapkan dengan berbagai macam tantangan di era Revolusi Industri 4.0. Tantangan itu tercermin dalam sejumlah konteks, seperti kualitas sumber daya manusia (SDM) yang belum merata memanfaatkan teknologi.

Hal itu disampaikan Bergas Chahyo Baskoro, Direktur Utama Badan Koordinasi Nasional Lembaga Pers Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Bakornas LAPMI HMI) 2018-2020 dalam Rapat Kerja Kepengurusan di Wisma Griya Nusa Bangsa, Bogor, Jawa Barat.

"Memasuki era Revolusi Industri 4.0, Pers Indonesia dihadapkan dengan berbagai macam tantangan. Salah satunya adalah kualitas SDM Indonesia yang masih belum merata dalam memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi," kata Bergas, Bogor, Senin, 14 Januari 2019.

Selain SDM, lanjut Bergas, pada konteks politik, berpotensi menghadirkan ruang kontestasi gagasan yang tidak sehat melalui penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan potensi terjadinya disintegrasi melalui maraknya politik identitas primordial.  Kemudian dalam konteks pengelolaan sumberdaya alam, kesenjangan ini berpotensi membuka ruang praktek korupsi.

Bergas menegaskan, peran pers sebagai pilar keempat demokrasi menjadi salah satu instrumen yang sangat penting dalam menjawab setiap problematika dalam negeri. Melalui kapasitasnya dalam membentuk opini, pers mampu mempengaruhi publik.

"Pers menjadi pondasi strategis bagi pengembangan sistem demokrasi dan pencapaian tujuan suatu negara," ujar Bergas.

Baca: Wartawan Diminta Lebih Sensitif terhadap Pemberitaan Anak

Mantan Ketua DPR RI Akbar Tandjung yang merupakan alumni HMI mengungkapkan, pentingnya kehadiran lembaga pers di tengah perjuangan organisasi gerakan mahasiswa. Sekaligus memberi pemahaman peran pers yang kian banyak tantangannya.

“Fungsi pers itu untuk memberikan informasi yang mendidik kepada masyarakat, memberikan pemahaman dan pembelajaran mengenai peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi di Indonesia, Saya sangat bersyukur adanya LAPMI di PB HMI," kata Akbar.

Dalam acara yang bertajuk 'Revitalisasi Pers HMI Sebagai Instrumen Demokrasi dalam Mewujudkan Masyarakat Adil Makmur yang Diridhai Allah SWT' ini turut hadir sebagai pemateri dalam kegiatan ini antara lain Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto; Ombudsman RI Alamsyah Saragih; Wakil Rektor IPB Ridho Nurrochmat; Wartawan Senior Abdul Kahar dan Imam Solehuddin serta beberapa alumni HMI lainnya.


(YDH)