Pembangunan Kerap Abaikan Dampak Lingkungan

Lis Pratiwi    •    Kamis, 18 May 2017 11:18 WIB
bencana alam
Pembangunan Kerap Abaikan Dampak Lingkungan
Direktur Yayasan Lestari Indonesia, Gunawan. Foto: MTVN/Lis Pratiwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembangunan yang tidak dibarengi dengan analisis dampak lingkungan dinilai menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana hidrologi, seperti banjir dan kekeringan.  Tak hanya di wilayah terpencil, bencana juga terjadi di perkotaan dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
 
"Artinya kejadian bencana hidrologi justru banyak terjadi di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi," kata Direktur Yayasan Lestari Indonesia, Gunawan, dalam Diskusi Publik di Jakarta Barat, Kamis 18 Mei 2017.
 
Fakta ini menunjukkan, proses pemanfaatan sumber daya alam, seperti sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan ekonomi justru mengakibatkan degradasi lingkungan yang menjadi bencana.
 
Menurut Gunawan, rencana-rencana strategis pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam antar-sektor dan antar-wilayah pemerintahan daerah belum terintegrasi.
 
"Pembangunan yang terjadi baik perkantoran, perumahan, dan sebagainya banyak tidak sesuai peraturan sehingga mengganggu alam," ujarnya.
 
Gunawan mencontohkan, Pulau Jawa dengan luas wilayah terkecil dan penduduk terpadat mengalami bencana hidrologi terbanyak.
 
Hal ini dilihat dari perbandingan jumlah penduduk, luasan wilayah, dan jumlah kejadian bencana hidrologi di lima pulau besar di Indonesia, yakni Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.
 
Berdasarkan Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI),  sejak tahun 1815 hingga 2016, Pulau Jawa mengalami 6684 kasus bencana hidrologi. Disusul Pulau Sumatera yang mengalami 2495 bencana, Pulau Sulawesi 1302 bencana, Pulau Kalimantan 138 bencana, dan Papua 15 bencana.
 
Padahal, dari kelima pulau tersebut Pulau Jawa merupakan wilayah terkecil dengan luas 126.700 km2. Sementara pulau terluas, yakni Papua dengan 786.000 km2 dan Kalimantan dengan luas 743.330 km2 justru mengalami paparan bencana hidrologi terendah.
 
 


(FZN)