Kemenkes Lakukan ORI Difteri di 3 Provinsi

M Sholahadhin Azhar    •    Jumat, 12 Jan 2018 21:34 WIB
klb difteri
Kemenkes Lakukan ORI Difteri di 3 Provinsi
Menkes Nila Moeloek (baju merah) dalam acara Forum Merdeka Barat 9, Jumat, 12 Januari 2018. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar

Jakarta: Kementerian Kesehatan terus berupaya mencegah penyebaran virus difteri. Pada awal tahun 2018 ini, Kemenkes juga telah melakukan outbreak response Immunization (ORI) di tiga provinsi besar. 

"ORI difteri dilakukan di Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Di 3 provinsi dan 12 Kabupaten/Kota," kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek di kantor Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Januari 2018.

Saat ini ORI pertama di 2018 mencapai cakupan 65,12 persen di daerah-daerah yang ditargetkan. Menkes mengharapkan, cakupan menjadi 90 persen di akhir Januari nanti. 

Pada awal tahun ini, Kemenkes belum menerima laporan terbaru kasus difteri. Kasus difteri terakhir dilaporkan pada Desember 2017. Adapun ORI masih terus berjalan, nantinya ORI lanjutan bakal menyasar 85 Kabupaten di akhir Januari 2018.

Baca: Cara Mencegah Difteri

 "Akan kami laksanakan terus. Tapi juga kita berkoordinasi dengan Bio Farma, karena ORI juga tergantung pasokan dari BUMN itu," kata Menkes.

Untuk diketahui, hingga kini status KLB atau Kejadian Luar Biasa difteri telah terjadi di 170 Kabupaten Kota di 30 Provinsi selama 2017. Catatan Kemenkes, ada sebanyak 954 laporan kasus difteri dengan dampak parah. Di antara kasus-kasus itu, 44 kasus menyebabkan kematian.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Mohamad Subuh menyebut gap imunisasi menjadi salah satu penyebab epidemi difteri.  Gap Imunisasi merupakan kesenjangan atau kekosongan kekebalan di kalangan penduduk di suatu daerah. 

Baca: Pemerintah Jamin Vaksin Difteri Cukup

Kekosongan kekebalan ini terjadi akibat adanya akumulasi kelompok yang rentan terhadap difteri, karena kelompok ini tidak mendapat imunisasi atau tidak lengkap imunisasinya. Ia menjelaskan, misalnya terdapat lima persen dari penduduk yang terkena difteri, angka tersebut akan tergolong besar karena berada di daerah dengan jumlah penduduk yang banyak.




(DMR)

Sidang Perdana Praperadilan Fredrich Yunadi Digelar 12 Februari

Sidang Perdana Praperadilan Fredrich Yunadi Digelar 12 Februari

7 hours Ago

Pengadilan Jakarta Selatan sudah menetapkan jadwal sidang perdana praperadilan mantan kuasa huk…

BERITA LAINNYA