Livestreaming

Banjir Garut, Pimpinan DPR Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan

Anindya Legia Putri    •    Kamis, 22 Sep 2016 13:44 WIB
berita dpr
Banjir Garut, Pimpinan DPR Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan
Banjir meluluhlantakkan Kabupaten Garut (Foto:Antara/Adeng Bustomi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan turut prihatin atas banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Menurut Taufik, musibah banjir bandang itu terjadi akibat penggundulan hutan. Luas hutan di hulu dan sekitar sungai Cimanuk berkurang drastis. Hal ini terjadi karena alih fungsi lahan yang berlangsung masif sehingga berdampak pada berkurangnya area resapan air.

"Kita prihatin atas banjir bandang di Garut. Banjir bandang terjadi karena lahan gundul. Peruntukan peta masalah penataan ruang menjadi hal yang mudah dilanggar, daerah resapan jadi tidak terdistribusi dengan baik. Hal ini sewaktu-waktu dapat memicu tanah longsor," ujar Taufik, saat ditemui di Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta ,Kamis (22/9/2016).

Musibah banjir bandang di Garut menelan korban 20 orang tewas, 15 orang hilang, 59 orang luka-luka, dan 725 jiwa diungsikan. Jumlah rumah yang saat ini masih terendam yaitu sebanyak 633 unit. Sementara, 57 rumah warga hanyut terseret arus banjir.

Taufik meminta agar pemerintah pusat segera turun tangan membuat posko darurat. Saat ini, RSU dr Slamet masih belum  dapat beroperasi karena ruangan terendap lumpur.

"Pemerintah pusat harus turun tangan. Saya kemarin lihat  BNPB sudah mulai tanggap darurat. Kita harap dapat segera mengatasi hal ini, kaitannya dengan korban dan kerusakan di rumah sakit. Kami harapkan ada koordinasi," ucapnya.


(ROS)

Ruhut Sebut Pola Pikir Ibas Seperti Tukang Parkir

Ruhut Sebut Pola Pikir Ibas Seperti Tukang Parkir

43 minutes Ago

Ibas meminta Ruhut mundur dari Partai Demokrat karena mendukung bakal calon petahana Basuki …

BERITA LAINNYA
Video /