ITS Gelar Aksi Solidaritas

ITS "Kebanjiran" Telepon dan Surat Pasca Tragedi Pengeboman

   •    Selasa, 15 May 2018 21:14 WIB
Teror Bom di Surabaya
ITS
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Joni Hermana. Foto: Humas ITS


Jakarta:  Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menerima ratusan telepon dan surat dari orangtua mahasiswa dan mitra kampus yang meminta jaminan keamanan serta keselamatan putra-putri mereka.  Menyusul tragedi pengeboman di lima lokasi yang terjadi dua hari berturut-turut (12-13 Mei 2018) di Surabaya, dan Sidoarjo, Jawa Timur.

"Kami menerima ratusan telepon dari orang tua mahasiswa dan juga surat dari mitra-mitra ITS di luar negeri, ada Jerman, Belanda, Tiongkok, Jepang dan lain-lain. Mereka minta jaminan anak-anak mereka selamat. Kami menggalang solidaritas agar bersama-sama menjaga keamanan kita,” ujar kata Rektor ITS Joni Hermana, dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Dengan membawa slogan "Bersama, Bergandengan Tangan Lawan Terorisme, ITS  Surabaya menggelar acara bertajuk Merajut Kebersamaan ITS untuk NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) di Taman Alumni Kampus ITS, Selasa (15/5) sore.

Joni mengatakan bahwa ITS menyatakan sikap tegas dalam menentang aksi terorisme.  “ITS menentang aksi terorisme di manapun keberadaannya, khususnya yang telah terjadi di kota tercinta kita, Surabaya,” tandasnya.

Aksi solidaritas ini diadakan sebagai wujud kepedulian segenap sivitas akademika ITS terhadap kasus teror yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo beberapa hari terakhir ini. Acara ini dihadiri oleh ratusan dosen, karyawan, mahasiswa ITS hingga mahasiswa asing yang ada di ITS.

Seluruhnya mengenakan pakaian atasan putih dan bawahan hitam.  Dipandu oleh Direktur Kemahasiswaan ITS, Darmaji, acara berlangsung khidmat.

Untuk mengobarkan semangat kepahlawanan dan meningkatkan rasa nasionalisme, acara ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne ITS. “Letakkan bendera merah putih di dada kita, tumbuhkan rasa nasionalisme kita,” seru Darmaji sembari meletakan bendera merah putih di dadanya.

Dalam kegiatan ini ITS juga berharap dapat menyatukan solidaritas di antara civitas akademika dengan seluruh lapisan masyarakat. “Dalam hal ini, kami warga ITS peduli dengan adanya musibah yang menimpa Surabaya, utamanya korban dari aksi teror. Kami turut berduka dan mendoakan yang terbaik,” ucapnya.

Setelah melakukan orasi, Joni pun memimpin ikrar ITS melawan terorisme yang diikuti oleh para sivitas yang hadir. Dilanjut dengan kegiatan berdoa bersama yang dipimpin oleh Ketua Tim Kerohanian maupun perwakilan dari agama Islam, Budha, Hindu, Kristen Protestan, dan Katholik. Masing-masing memimpin doa untuk kebaikan NKRI dan korban aksi teror sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, dan diamini ratusan semua yang hadir.
 


(CEU)