Puan Ajak Careworker Indonesia di Jepang Bekerja Profesional

Misbahol Munir    •    Sabtu, 14 Apr 2018 02:09 WIB
tkiwni
Puan Ajak <i>Careworker</i> Indonesia di Jepang Bekerja Profesional
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani. Foto: Antara/Ekho Ardiyanto

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengunjungi Panti Lansia Minato-ward Special Nursing Home for the Elderly Shirokanenomori, di Tokyo, Jepang, Jumat, 13 April 2018. Di panti lansia tersebut banyak careworker atau perawat dari Indonesia.

Puan berpesan agar pekerja sosial dari Indonesia terus bekerja profesional dan menjaga nama baik bangsa. Serta menggunakan jalur legal agar mendapat perlindungan selama bekerja di luar negeri.

Dia tidak ingin kisah miris Aksioma Waruwu yang meninggal di Jepang terulang karena tidak mendapat perlindungan lantaran persoalan legalitas status.

"Pesan saya pada careworker Indonesia, tetap jaga kebersamaan dan nama baik Indonesia. Tunjukkan bahwa careworker Indonesia mampu bekerja profesional," kata Puan dalam keterangannya, Jumat, 13 April 2018.

Tercatat 2.115 warga negara Indonesia (WNI) menjadi careworker di Jepang sejak 2008-2017. Dari jumlah tersebut, 622 orang nurse dan 1.493 orang careworker. Pada tahun ini, 328 orang sedang diproses untuk penempatan.


Menko PMK Puan Maharani berfoto bersama dengan careworker dari Indonesia saat mengunjungi Panti Lansia Minato-ward Special Nursing Home for the Elderly. Foto: Dok/Istimewa.

Dalam kunjungan tersebut, Menko PMK yang didampingi Duta Besar RI untuk Jepang dan perwakilan dari Kementerian Kesehatan menemui dan berdialog dengan 28 calon careworker asal Indonesia.

Setelah berdialog, Puan menyatakan Pemerintah Indonesia akan menguatkan program pelatihan bahasa asing dan keterampilan lain di dalam negeri sebelum calon careworker bekerja di luar negeri. Puan melanjutkan, kemampuan berbahasa asing dan keterampilan lainnya jadi syarat yang wajib dipenuhi untuk mewujudkan semangat kemandirian.

"Pemerintah akan memperkuat program pelatihan di dalam negeri sebelum careworker dikirim mengikuti tes di Jepang agar kelulusan calon careworker Indonesia tinggi,” ujar Menko PMK.

Careworker yang bekerja di Jepang mendapatkan fasilitas yang baik. Antara lain gaji sesuai upah minimum regional (UMR) di Jepang (mulai dari Yen 100.000), hak cuti, penginapan, pelatihan, dan uang saku selama pelatihan.

Pemerintah Indonesia lanjut dia, selalu menyampaikan kepada Pemerintah Jepang agar dapat menambah quota tenaga careworker asal Indonesia. Namun penambahan kuota itu hanya bisa terpenuhi jika para pekerja memiliki keahlian dan keterampilan mumpuni.

"Pemerintah Jepang telah merespons positif hal tersebut," kata dia.


(MBM)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA