Masyarakat Diajak Tangguh Menghadapi Bencana

Eko Nordiansyah    •    Minggu, 15 Apr 2018 11:56 WIB
bencana
Masyarakat Diajak Tangguh Menghadapi Bencana
Direktur BAZNAS Tanggap Bencana, Ahmad Fikri tengah/Medcom.id/Eko Nordiansyah

Jakarta: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengajak seluruh masyarakat siap dan selamat dalam menghadapi bencana yang mungkin saja terjadi. Apalagi, Indonesia menjadi salah satu negara rawan bencana.

Direktur BAZNAS Tanggap Bencana Ahmad Fikri mengatakan kampanye bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Harapannya dari sini lebih banyak orang yang sadar tentang bencana, mempersiapkan diri menghadapi bencana, kemudian tangguh saat bencana itu terjadi," kata Fikri di area car free yay Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu, 15 April 2018.

Baca: BAZNAS Ikut Menyadarkan Warga soal Bencana

BAZNAS memiliki Program Tanggap yang dilakukan sebagai respons memberikan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa musibah sesaat setelah bencana. Program ini juga mengajak masyarakat selalu siap ketika bencana terjadi.

"Kita anggarkan itu ada 60 persen untuk pengurangan risiko bencana. Tahun ini juga kita akan bangun 10 kampung bencana, 20 sekolah aman bencana, dan menggiatkan kembali sekolah sungai," jelas dia.

Baca: BNPB Targetkan 25 Juta Orang Berpartisipasi dalam HKB

Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Bernardus Wisnu Widjaja menjelaskan edukasi kepada masyarakat menjadi penting. Berdasarkan penelitian yang dilakukan warga Jepang, masyarakat selamat dari bencana karena kemampuan diri, keluarga, dan komunitas.

Seseorang itu bisa selamat dari bencana dikarenakan kapasitas pribadinya sebesar 34 persen. Selanjutnya, 32 persen keselamatan dari bencana dikarenakan oleh keluarganya, dan 28 persen lainnya karena bantuan orang di sekitarnya.

"Seluruhnya kalau dikumpulkan bahwa 95 persen itu ada di komunitas, dari mulai keluarga, kemampuan pribadi, dan komunitas. Oleh karena itu pendekatan kita dalam mewujudkan Indonesia tangguh bencana itu dengan pendekatan pembangunan ketangguhan berbasis bencana," beber dia.


(OJE)