Ketua GNPF MUI Menyerukan Revolusi Akhlak

Ilham wibowo    •    Sabtu, 11 Feb 2017 15:34 WIB
aksi 112
Ketua GNPF MUI Menyerukan Revolusi Akhlak
Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir--Metrotvnews.com/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Massa aksi 112 diminta merevolusi akhlak. Massa diminta tidak mengeluarkan perkataan yang bukan merepresentasikan umat Islam di media sosial.

"Revolusi paling penting sekarang adalah revolusi akhlakul karimah. Kalau anda ingin menjadi umat Islam yang bermartabat," kata Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bachtiar Nasir di Masjid Istiqlal, Sabtu 11 Februari 2017.

Dia menyerukan umat Islam menahan emosi. Dan mampu menjaga tutur kata di media sosial. "Mulai hari ini saya sarankan. Kalau di Medsos jangan banyak mengeluarkan kata-kata kotor. Mulai sekarang umat jangan emosi," kata Bachtiar.

Baca: Aksi 112 tak Menghalangi Pengantin Menikah di Katedral

Umat Islam Indonesia perlu peningkatan etika dalam menyampaikan aspirasi dalam media sosial. Menyikapi sesuatu dengan berlandaskan ahklak merupakan ciri khas umat Islam.

"Jadi mulai hari ini, saya mulai dari diri saya sendiri. Siap mencintai keluarga dengan kasih sayang. Kalau keluarganya bahagia, masyarakat juga akan tentram, negaranya juga akan aman," ujarnya.

Baca: Rizieq: Jangan Berikan Kalimat tidak Baik

Sebelumnya, massa aksi 112 berangsur-angsur meninggalkan Masjid Istiqlal. Situasi berlangsung kondusif.
"Sebagian masa aksi 112 sudah mulai meninggalkan Istiqlal menuju ke Bus masing-masing," kata Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno.

Menurutnya, aksi 112 ini berakhir sesaat setelah melaksanakan salat Dzuhur. Massa kemudian mencari kendaraan rombongannya masing-masing. "(Jumlah massa) lebih kurang 90.000 orang," ujarnya.

Massa diangkut menggunakan bus dan kendaraan pribadi. Massa juga mengarah ke stasiun kereta terdekat. "Massa masih mengalir meninggalkan Istiqlal menuju stasiun kereta, ke tempat parkir bus dan jalan kaki. Situasi sampai saat ini aman kondusif," pungkasnya.


(YDH)

Di Balik

Di Balik "Nuwun Sewu" Ahok kepada Anies

22 minutes Ago

Salam berbahasa Jawa ini merupakan idiom yang bisa berarti "permisi' atau "maaf&q…

BERITA LAINNYA