Istri Petinggi ISIS Disebut WNI yang Terkena Deportasi

Anindya Legia Putri    •    Selasa, 07 Feb 2017 05:10 WIB
wni gabung isis
Istri Petinggi ISIS Disebut WNI yang Terkena Deportasi
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kiri). (Foto: Antara/M Agung Rajasa).

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa baru saja mengunjungi 75 WNI yang diduga hendak bergabung dengan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Bambu Apus, Jakarta Timur.

Khofifah mengakui, salah satu dari 75 WNI yang dideportasi ialah istri salah satu komandan ISIS Khitabah Nusantara, Bahrumsyah.

"Iya, istrinya Bahrumsyah. Tapi masih kita dalami," ujar Khofifah kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Senin 6 Februari 2017.
 
Selain istri dari Bahrumsyah, satu dari 75 WNI yang kini tengah dikarantina merupakan mantan pejabat di Kementerian Keuangan RI, Triyono Utomo. Ia beserta keluarganya diusir dari Turki setelah berusaha masuk ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

"Ada juga pejabat pemerintah, Triyono utomo," ucap Mensos.

Dijelaskan oleh Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius yang turut serta mendampingi Mensos, mengatakan deportasi dari Pemerintah Turki akan terus bertambah. Mengingat masih banyak WNI yang masih menetap di perbatasan Suriah dan Turki.

"Yang berasal dari Turki, ada yang sudah tinggal selama 11 bulan, bahkan ada yang 1 tahun. Mereka masih di perbatasan ya saat itu, belum berada di Suriah. Mereka dideportasi oleh Pemerintah Turki. Di sana kan sedang konflik, dan pemerintah kita tidak boleh masuk ke sana. Pasti akan ada deportasi selanjutnya," papar Suhardi.
 


(HUS)