Sumber Gempa di Situbondo jadi Perdebatan

   •    Jumat, 12 Oct 2018 12:01 WIB
gempa bumi
Sumber Gempa di Situbondo jadi Perdebatan
Pantauan udara bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Petobo, Palu, Selawesi Tengah. (Foto: MI/Ramdani)

Jakarta: Gempa berkekuatan 6,3 skala richter (SR) mengguncang Situbondo, Jawa Timur, Kamis, 11 Oktober 2018. Beberapa ahli menyebut sumber gempa berasal dari sesar naik Flores atau Flores back arc thrust, ada pula yang menduga akibat sesar kambing.

Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengamini hingga saat ini sumber gempa di Situbondo masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli. 

"Munculnya gempa di Selat Madura memang jadi perdebatan tapi yang pasti mereka punya dasar sendiri karena lokasinya banyak arus gempa di situ," ujarnya dalam Metro Pagi Primetime, Jumat, 12 Oktober 2018.

Daryono mengatakan kendati beda pendapat, secara peta geologi dan tektonik para ahli sepakat bahwa ada sebuah jalur sesar yang sangat panjang di sumber gempa Situbondo.

Sesar itu membentang dari utara Flores kemudian ke Sumbawa, Lombok, Bali, lalu menyeberang ke Selat Madura dan berlanjut ke daratan Jawa Timur. Sesar bahkan memanjang dan berhenti di Purwakarta, Jawa Barat.

"Ini memang perlu dikaji karena kita akui penelitian kita terkait sistem sesar atau patahan masih banyak yang belum teridentifikasi apalagi sesar di dasar laut. Selain sulit juga butuh biaya tinggi," kata dia.

Menurut Daryono ketika para ahli beda pendapat terkait sesar yang bertanggung jawab atas gempa Situbondo dapat ditarik kesimpulan bahwa gempa terjadi akibat mekanisme sesar lanjutan dari sesar Flores yang berakhir di daratan Pulau Jawa.

Dilihat dari mekanisme sesar yang membangiktan gempa, sumber mekanisme gempa menunjukkan adanya blok selatan yang naik sedangkan blok utara menyusup ke bawah. Dengan begini, kata Daryono, hipotesis gempa Situbondo akibat sesar kambing terbantahkan.

"Karena kalau sesar kambing blok utara yang naik. Kalau pun dikatakan ini sesar Flores memang belum terbantahkan meskipun para ahli menyatakan sesar naik Flores habis di Selat Bali," katanya.

Pun jika dikaitkan bahwa gempa Situbondo adalah efek domino dari gempa Donggala dan Lombok, menurut Suhardjono sulit untuk dikatakan demikian. Sebabnya, setiap gempa memiliki medan tegangan sendiri, membangun akumulasi energi sendiri, bahkan sampai fase matang kemudian rilis ketika energi sudah pada batas maksimum memiliki proses masing-masing.

"Jadi kalau kita melihat sumber gempa kita itu sangat banyak. Kalau kemudian terjadi gempa yang berdekatan itu hanya kebetulan saja," jelasnya.




(MEL)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA