Indonesia Butuh 5,1 Juta Kantong Darah per Tahun

Faisal Abdalla    •    Selasa, 11 Jul 2017 10:31 WIB
stok darah
Indonesia Butuh 5,1 Juta Kantong Darah per Tahun
Warga mendonorkan darah usai salat Tarawih di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara, Aceh, Sabtu (17/6/2017). Antara Foto/Rahmad/foc/17.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Kesehatan menggiatkan kampanye donor darah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah. Saat ini, ketersediaan kantong darah belum cukup memenuhi kebutuhan darah rata-rata per tahun.

Bertempat di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, Kementerian Kesehatan, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek meresmikan kampanye donor darah bertema “What can you do? Give blood. Give now. Give often”.

Nila mengatakan, Indonesia membutuhkan 5,1 juta kantong darah per tahun, sedangkan yang tersedia baru 3,4 juta kantong. Dibutuhkan kesadaran yang lebih tinggi dari masyarakat agar kebutuhan darah terpenuhi.

"Darah itu tidak ada gantinya, tidak mungkin dibuat dari bahan kimia, harus diambil dari tubuh. Untuk itu, kami terus memotivasi masyarakat agar mau membantu dengan menyumbangkan darahnya," kata Nila, Selasa 11 Juli 2017.


Foto: MTVN/Faisal Abdalla

Di acara ini, petugas unit transfusi darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) dan Rumah Sakit Fatmawati melayani para pendonor darah. Kampanye ini bagian dari program Kementerian Kesehatan untuk memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni.

Melalui program ini, Nila berharap kesadaran masyarakat untuk berperan aktif menjadi pendonor darah semakin tinggi. "Karena ketersediaan darah di sarana kesehatan sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat dalam mendonorkan darahnya," pungkas Nila.


(TRK)