BPJS Kesehatan Sebut tidak Ada Diksriminasi Pelayanan Pasien

   •    Selasa, 12 Sep 2017 11:56 WIB
fasilitas kesehatanbpjs kesehatan
BPJS Kesehatan Sebut tidak Ada Diksriminasi Pelayanan Pasien
Ilustrasi. Sejumlah pasien peserta JKN-KIS menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Didik Suhartono)

Metrotvnews.com, Jakarta: Staf Ahli Direksi BPJS Kesehatan Irfan Humaidi mengatakan tidak ada diskriminasi dalam pelayanan pasien yang menggunakan BPJS. Pembedaan perlakuan seperti penolakan pasien dengan alasan ruang inap penuh bukan lantaran pasien menggunakan BPJS.

Menurut Irfan, sejak BPJS berdiri jumlah kasus dan kunjungan pasien ke fasilitas kesehatan meningkat pesat. Hingga pada akhir 2016 terdapat lebih dari 400 juta kunjungan atau kasus ke rumah sakit.

Hal ini menandakan akses ke rumah sakit semakin luas dan jaminan kesehatan yang diberikan pemerintah menjadi alasan mengapa orang semakin berani memeriksakan kesehatan ke rumah sakit.

"Dengan itu saja sudah membuktikan bahwa akses itu ada. Artinya kalaupun rumah sakit atau fasilitas kesehatan penuh, ya penuhnya juga karena peserta JKN, tidak ada diskriminasi," kata Irfan, dalam Metro Pagi Primetime, Selasa 12 September 2017.

Namun, jika memang mengalami pembedaan perlakuan lantaran menggunakan JKN, Irfan meminta masyarakat agar tak segan melapor ke pemerintah. Misalnya, begitu pasien mengaku dari BPJS kemudian tidak dilayani sementara ada orang lain yang pelayanannya didahulukan bisa segera melapor.

"Tetapi saya melihat sendiri bahkan di beberapa rumah sakit yang tadinya tidak ramai jadi ramai. Beberaopa fasilitas kesehatan juga ada yang menambah kapasitas gedung dan ruangan karena besarnya peserta JKN-KIS," katanya.

Irfan menambahkan sudah ada 2.200 dari sekitar 2.600 lebih fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan klinik utama yang bekerja sama dengan BPJS di seluruh Indonesia. Sementara kepesertaan BPJS sudah mencapai 70 persen, artinya bisa dikatakan bahwa ketersediaan fasilitas kesehatan mampu menampung seluruh peserta.

"Hanya saja mungkin distribusinya yang tidak merata di suatu wilayah. Sedang kita proses menyesuaikan dengan pertumbuhan peserta JKN-KIS. Targetnya kalau peserta sudah 100 persen seluruh Indonesia paling tidak mendekati 100 persen juga untuk rumah sakitnya," jelas Irfan.




(MEL)

Kubu Novanto Ajukan Saksi Meringankan

Kubu Novanto Ajukan Saksi Meringankan

3 hours Ago

Langkah tersebut tercantum dalam ketentuan Pasal 65 KUHAP terkait dengan pemanggilan saksi meri…

BERITA LAINNYA