BPOM Dituding Mandul

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 15 Sep 2017 12:27 WIB
obat berbahaya
BPOM Dituding Mandul
Ilustrasi/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi IX DPR Okky Asokawati prihatin atas jatuhnya puluhan korban bahkan beberapa meninggal akibat mengonsumsi paracetamol caffein carisprondol (PCC). Okky menyebut hal itu terjadi lantaran lemahnya pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Dalam kasus ini tampak sekali mandulnya peran BPOM dalam mengawasi peredaran obat-obatan di tengah masyarakat," tegas Okky melalui keterangan tertulis, Jumat 15 September 2017.

Okky menegaskan, dirinya berkali-kali menyampaikan dalam forum resmi rapat kerja Komisi IX DPR dengan BPOM tentang pentingnya uji pre-market. Sayangnya, hingga kini BPOM tidak memiliki uji klinis atas obat yang beredar.

"Yang ada, saat ini BPOM hanya cek dokumen saja. Ini harus diubah," ucap dia.

Okky mendesak BPOM dipastikan hadir mulai dari hulu produksi obat hingga hilir ke konsumen. Mekanisme cara pembuatan obat yang baik (CPOB) yang mestinya tidak hanya di atas kertas berupa aturan, namun harus memastikan implementasi di lapangan.

"Jalur mata rantai distribusi obat-obatan dari produsen hingga konsumen harus benar-benar diawasi dengan ketat," tegas dia.

Okky menuturkan, PCC yang beredar di Kendari merupakan produk impor. BPOM harus bekerja sama dengan Bea Cukai untuk memastikan obat yang masuk ke Tanah Air aman dikonsumsi masyarakat.

Kasus di Kendari memberi pelajaran penting bagi pemerintah untuk memproteksi kesehatan dan keselamatan jiwa warga, khususnya generasi muda. Harus ada road map penanganan masalah seperti kasus PCC. Salah satu yang paling menonjol dalam kasus PCC ialah lemahnya peran dan fugsi BPOM.

"Pemerintah harus ada langkah yang konkret dengan memaksimalkan BPOM sebagai lembaga yang kuat secara fungsi dan peran untuk pengawaaan terhadap makanan dan obat-obatan.  Karena ini menyangkut masa depan negeri ini," terang dia.

Okky menjelaskan, pemerintah dan aparat kepolisian harus memberi perhatian khusus pada beredarnya PCC. Ia meminta aparat segera melokalisasi peredaran, mengusut pelaku lapangan, dan aktor intelektualnya.

"Saya menilai, ini bukan peristiwa biasa, karena merujuk banyaknya korban yang berjatuhan dalam waktu yang hampir bersamaan," ucap dia.


(OJE)