Indonesia Krisis Anak Kerdil

Dheri Agriesta    •    Senin, 12 Mar 2018 16:22 WIB
gizi kurang
Indonesia Krisis Anak Kerdil
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: MTVN/Dheri.

Surakarta: Indonesia masih menjadi salah satu negara tertinggi memiliki penderita stunting (anak kerdil). Indonesia bahkan telah mendapatkan peringatan dari Wod Health Organization (WHO).
 
"Indonesia ini termasuk daerah kritis untuk stunting, anak kerdil," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla saat  meninjau Posyandu Permata Bunda di Manahan, Surakarta, Senin, 12 Maret 2018.
 
Gejala stunting dialami balita karena kurangnya asupan gizi dan kualitas lingkungan yang buruk. Gejala stunting dinilai berbahaya buat generasi muda Indonesia.

Baca: Madura Penyumbang Tertinggi Kasus Anak Kerdil

Saat meninjau Posyandu Permata Bunda, Kalla sempat berbincang dengan petugas posyandu. Kalla juga berbincang dengan salah seorang ibu yang sedang menimbang berat badan bayinya.
 
Dari obrolan itu, Kalla mengetahui, Posyandu Permata Bunda mengawasi 45 balita setiap bulannya. Kondisi balita yang rutin ke posyandu pun dalam kondisi baik, tanpa ditemui gejalan stunting.
 
"Program ini (upaya menekan stunting) akan jadi program nasional. Karena itu masyarakat seperti ini harus aktif untuk menjaga anak anak balita kita," tegas Kalla.
 



(FZN)