Presiden Tanam Bibit Peremajaan Kelapa Sawit

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 13 Oct 2017 11:40 WIB
kelapa sawitpresiden jokowi
Presiden Tanam Bibit Peremajaan Kelapa Sawit
Pekerja mengangkut hasil panen kelapa sawit di perkebunan kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara XIV, Bayondo, Kecamatan Tomoni, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/5/2014). Foto: Antara/Sahrul Manda Tikupadang

Metrotvnews.com, Musi Banyuasin: Presiden Joko Widodo menanam bibit peremajaan kelapa sawit. Penanaman ini dilakukan di Desa Panca Tunggal, Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Jokowi tiba di lokasi penanaman sekira pukul 09.20 WIB dengan helikopter dari Palembang dan dilanjutkan menggunakan mobil. Presiden didampingi Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Bibit kelapa sawit yang ditanam ialah varietas PPKS 540 NG. Bibit ini merupakan bantuan dari pemerintah untuk petani kelapa sawit. Bantuan bibit ini pertama kali dilakukan di Musi Banyuasin. Pemerintah akan menggalakkan bantuan ini ke daerah lain agar petani sawit di Indonesia makmur.

"(Bantuan bibit) di Sumatera Selatan dulu, nanti masuk ke Sumatera Utara dan Kalimantan. Tapi, kita memang fokus di Sumatera dulu, biar mudah mengeceknya," kata Presiden di lokasi, Sumatera Selatan, Jumat 13 Oktober 2017.

Bibit ini mampu menghasilkan 8 ton minyak kelapa sawit (CPO) per tahun. Jumlah itu lebih besar daripada hasil kelapa sawit rakyat saat ini yang hanya 2,5 ton CPO per tahun.

Presiden menanam bibit baru kelapa sawit. Foto: Metrotvnews.com/Fikar

Baca: Indonesia Lawan Kampanye Negatif Sawit di WTO

Untuk itu, Presiden meminta petani merawat dan memilihara bibit ini dengan baik. Dengan begitu, hasil yang didapatkan bisa lebih baik dari sebelumnya.

"Kalau perusahaan bisa delapan ton, petani juga harus bisa. Jangan dua ton, berarti tidak dirawat," kata dia.

Selain sawit, Presiden juga mencoba mempraktikkan mesin penanaman bibit jagung. Bibit ini juga diberikan untuk menunjang pendapatan petani.


(UWA)