Pembubaran Pesantren Ibnu Mas'ud Traumatis bagi Santri

Riyan Ferdianto    •    Kamis, 14 Sep 2017 17:05 WIB
radikalisme
Pembubaran Pesantren Ibnu Mas'ud Traumatis bagi Santri
Alghiffari Aqsa, direktur LBH Jakarta, memasang surat pengumuman penutupan Kantor LBH di Kantor LBH Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembubaran Pesantren Ibnu Mas'ud, Bogor, Jawa Barat, dianggap bisa menimbulkan trauma kepada para santri. Tim advokasi pun menolak pembubaran yang selambat-lambatnya dilakukan 17 September 2017.

"Juga bisa menimbulkan kebencian kepada pemerintah," kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jakarta Alghiffari Aqsa, salah satu anggota tim advokasi, di Kantor Amnesty International Indonesia, Cikini, Jakarta, Kamis 14 September 2017.

Tim advokasi meluruskan pemberitaan yang selama ini dilekatkan kepada Ponpes Ibnu Masud sebagai sarang teroris. Isu ini berawal dari pembakaran umbul-umbul oleh salah satu santri pada 16 Agustus 2017. 

Baca: Kematian Warga Bogor di Suriah Diselidiki

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid mengatakan, peristiwa ini membuat beberapa pihak ingin menutup pesantren tersebut. Padahal, kata ini masalah ini adalah tanggung jawab perorangan. 

Usman menambahkan, pembakaran umbul-umbul tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk menutup pesantren tersebut. Pasalnya, pembakaran itu di luar pengetahuan pesantren.


(OGI)