Jokowi Gerakkan Jajaran Tangani Kekeringan

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 12 Sep 2017 16:10 WIB
kemarau dan kekeringan
Jokowi Gerakkan Jajaran Tangani Kekeringan
Ilustrasi. Foto: Antara/Dedhez Anggara

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta menteri, pejabat terkait, hingga gubernur turun ke lapangan menangani masalah kekeringan. Pasalnya, di beberapa daerah sudah tidak turun air hujan lebih dari 60 hari.

"Saya minta semua menteri dan lembaga terkait serta para gubernur untuk benar-benar melihat kondisi-kondisi yang ada di lapangan dan segera melakukan langkah-langkah penanggulangan bencana kekeringan ini," kata Jokowi dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Selasa 12 September 2017.

Jokowi menyebut, sebagian daerah di Pulau Jawa saat ini sedang mengalami puncak musim kemarau. Menurut laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim hujan di sebagian besar daerah baru terjadi sekitar Oktober November-Oktober 2017.

Sebagai langkah jangka pendek, Jokowi meminta bantuan air bersih diberikan kepada masyarakat yang terkena dampak kekeringan. Suplai air untuk irigasi pertanian juga harus dijaga.

"Dalam 2 tahun terakhir ini kita sudah banyak membangun bendungan, waduk dan embung-embung di desa-desa untuk menghadapi situasi seperti ini. Saya harapkan ini juga bisa membantu," kata Presiden.

Dia juga meminta ketersediaan stok bahan pangan di beberapa daerah dijaga agar tak mengalami kelangkaan. Dengan begitu, stabilisasi harga bisa terjaga.

"Sekali lagi saya titip pesan agar kita tak lengah untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di lahan gambut seperti pada 2015," kata dia.




(UWA)