Polri Kembali Identifikasi 13 Jenazah Korban Lion

Fachri Audhia Hafiez    •    Senin, 05 Nov 2018 20:23 WIB
Lion Air Jatuh
Polri Kembali Identifikasi 13 Jenazah Korban Lion
Konferensi Pers Tim DVI Polri di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez

Jakarta: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali mengidentifikasi 13 jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP. Beberapa data antemortem digunakan untuk mengidentifikasi jenazah tersebut.

"Hingga pukul 16.00 WIB hari ini tingkat tim DVI berhasil mengidentifikasi (13) penumpang Lion Air," kata Kepala Tim DVI Polri Kombes Pol Lisda Cancer di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin, 5 November 2018.

Lisda mengatakan, salah satu korban teridentifikasi atas nama Mito. Ia merupakan anggota kepolisian yang berdinas di Bangka Belitung. Mito diketahui menjabat Kepala Bagian Perlengkapan Biro Sarana Prasarana Kepolisian Daerah Bangka Belitung.

Tim DVI Polri hanya mempublikasikan nama korban teridentifikasi. Sementara alamat korban dirahasikan sesuai permintaan keluarga. "Ada permintaan dari keluarga korban agar tak dipublikasikan (alamatnya)," ucap Lisda.

Sebelumnya, jenazah yang telah terindentifikasi sebanyak 14 orang. Dengan begitu, total jenazah yang berhasil diindentifikasi tim DVI Polri selama delapan hari ini sebanyak 27 orang.

Berikut 13 jenazah yang terakhir teridentifikasi:
1. Reni Aryanti, perempuan, 51 tahun, melalui pemeriksaan DNA
2. Muhammad Ravi Andrian, laki-laki, 24 tahun, melalui pemeriksaan DNA
3. Eryanto, laki-laki 41 tahun, melalui pemeriksaan DNA
4. Vera Junita, perempuan 22 tahun, melalui pemeriksaan DNA
5. Resti Amelia, perempuan 27 tahun, melalui pemeriksaan DNA
6. Fifi Hajanto, perempuan, 42 tahun, melalui pemeriksaan DNA
7. Dede Anggraini, perempuan, 40 tahun, melalui pemeriksaan DNA
8. Petrus Rudolf Sayers, laki-laki 58 tahun, melalui sidik jari
9. Eka Suganda, laki-laki 49 tahun, melalui sidik jari
10. Niar R Soegiyono, perempuan 39, melalui sidik jari
11. Sudibyo Onggo Wardoyo, laki-laki 40 tahun, melalui sidik jari
12. Hendra, laki-laki, 39 tahun, melalui pemeriksaan DNA
13. Mito, laki-laki 37 tahun, melalui sidik jari


(AGA)