Mahasiswa Unisma Peroleh Dana Hibah KBMI

Mengolah Limbah Sayuran Jadi Pakan Kelinci

Intan Yunelia    •    Selasa, 09 Oct 2018 16:44 WIB
beasiswa osc
Mengolah Limbah Sayuran Jadi Pakan Kelinci
Lima mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) yang berhasil mengolah limbah sayuran menjadi fermentasi sayuran untuk makanan kelinci ternak, Humas Unisma.

Jakarta:  Prestasi kembali diraih oleh lima mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA).  Mahasiswa dari fakultas Peternakan dan Ekonomi ini berhasil lolos seleksi, dan mendapatkan dana hibah dari Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI), Kemenristekdikti.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Alifatul Ulfa (fakultas peternakan), Nur Hikmaturrohma (fakultas ekonomi), Ahmad Fahmi (fakultas peternakan), Ari Sujatmiko (fakultas peternakan), dan Dimas Bayu Anggara (fakultas peternakan).  Gagasan yang melatarbelakangi kelima mahasiswa tersebut berawal dari banyaknya limbah sayuran yang dibuang pedagang Pasar Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. 

Kemudian tim ini berupaya memanfaatkannya menjadi sayuran fermentasi untuk kelinci.
"Awal ikut kompetisi ini saat di peternakan kampus, ada kelinci yang tak terawat. Gayung bersambut, ada ide merawatnya dengan memberikan makanan fermentasi  limbah  sayuran pasar itu," terang Ari dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id, di Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.

Hasilnya, dengan sayuran itu, kelinci bisa gemuk, karena ternyata makanan yang diberikan tersebut lebih mudah dicerna.  Karena itu, mereka mendaftarkan hasil penelitian ini ke KBMI, dengan inovasi pada makanannya untuk budidaya kelinci.

"Sayang jika sayuran terbuang di pasar tidak dimanfatkan. Ada sawi, wortel, kol, seledri dan lainnya," sebut Ari.

Proses pembuatan makanan fermentansi sebenarnya sangat sederhana.  Namun selama ini jarang terpikirkan sehingga tidak banyak orang yang melakukannya.  Limbah sayuran dicuci bersih dan selama 2-3 hari dianginkan agar airnya berkurang. 

Kemudian sayur dipotong-potong, dan ditambahkan tetesan tebu, serta mikroba Aspergillus
Niger.  "Mikroba itu mempercepat fermentasi dan tidak menimbulkan bau,"  jelas Alifatul, mahasiswa yang juga ketua Tim KBMI Unisma 2018.

Dalam satu pembuatan, sayuran fermentasi bisa tahan satu minggu. "Baunya seperti ragi tape," tambah Ari.

Baca: Mahasiswa Bantu Petani Kopi Tingkatkan Nilai Jual

Ia menambahkan, sayuran fermentasi ini tidak memberi pengaruh buruk pada ternak. Sebab kotorannya juga tidak berbau dan ternak cepat gemuk.

Dari budidaya kelinci itu, daging ternak bisa dijual ke penjual sate di Kota Batu, Malang.  Harga daging kelinci bisa mencapai Rp70 ribu per kilogramnya.   "Untuk penyembelihan dilakukan sendiri oleh kita," ucap Fahmi. 

Selain itu,  daging dapat diolah menjadi abon kelinci, meski untuk produksi program ini masih dalam skala kecil.  "Rencananya sih abon kelinci bisa dijual di koperasi kampus, dan lewat online," ungkapnya.

Harga abon per 100 gram Rp40ribu.  Di sisi lain, Nurul Humaidah, dosen pendamping KBMI sekaligus dosen fakultas peternakan Unisma mengaku bangga melihat keseriusan mahasiswanya dalam mengelola bisnis tersebut. 

"Bahkan sampai diberlakukan piket harian dari Tim KBMI untuk memberi makanan ke kelincinya," jelas Nurul.

Kelinci ternak itu harus terus diberi makan secara rutin, pada pukul 10.00 WIB dan 17.00 WIB. "Mereka rajin memberi makan kelinci, padahal jadwal perkuliahan lumayan ketat. Semoga semangat ini dapat ditularkan ke adik kelas mereka," tutup Nurul.


(CEU)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA