Berharap Tak Ada Lagi Korban saat Gempa

Deny Irwanto    •    Kamis, 06 Dec 2018 01:18 WIB
Gempa Donggala
<i>Berharap Tak Ada Lagi Korban saat Gempa</i>
Pantauan udara bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Petobo, Sulteng. Foto: MI/Ramdani.

Palu: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) sedang menyelesaikan misi rehabilitasi pembangunan Sulawesi Tengah.

Saat ini, Badan Informasi Geospasial (BIG) menjadi ujung tombak untuk menyelesaikan misi Bappenas tersebut. Langkah awal yang dilakukan BIG adalah melakukan pengambilan foto udara di wilayah Kota Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.

"Tujuan pemetaan ini adalah untuk membuat peta dasar yang akan dijadikan acuan dalam kegiatan perencanaan, penataan ulang tata ruang Palu, dan juga untuk keperluan rehabilitasi Kota Palu dan sekitarnya," kata Deputi Bidang Informasi Geospasial Dasar BIG, Mohamad Arief Syafii di Kota Palu, Rabu, 5 Desember 2018.

Peta dasar menjadi acuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam membangun hunian atau tata ruang di wilayah terdampak. Pemerintah tidak ingin ada lagi hunian yang dibangun tepat di atas sesar Palu Koro. 

Baca juga: Peta Dasar Jadi Andalan Sulteng Rehabilitasi Pembangunan

Menurut Arief, wilayah yang dilintasi sesar Palu Koro lebih baik digunakan sebagai ladang atau persawahan. Jika memaksakan membangun hunian, bukan tidak mungkin ribuan orang kembali menjadi korban dalam bencana gempa berikutnya.

"Ini harus dijadikan pertimbangan, jangan membangun bangunan di atas sesar, harus ada koridor tertentu. Misalkan 100 meter dari sesar itu baru bisa dibangun, itu pun juga dengan bangunan yang tahan gempa, jangan asal membangun," ungkap Arief.

Arief mengungkapkan, pengambilan data melalui foto udara akan rampung 10 hari ke depan. Sementara, peta dasar yang merupakan hasil akhir dari proses ini akan selesai pada Januari 2019.

"Kita lakukan pemetaan di bulan Januari, tapi data yang hasil bulan Desember ini sudah bisa digunakan sementara oleh teman-teman di Palu dan sekitarnya, termasuk oleh Satgas PUPR," tutur Arief.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyambut baik pembuatan peta dasar tersebut. Pemprov merasa sangat terbantu dengan adanya peta dasar yang dibuat tim BIG.

Baca juga: Peta Dasar Sulteng Gambarkan Sumber Awal Tsunami

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Mohammad Hidayat Lamakarate mengatakan peta dasar membuat pemprov punya gambaran untuk mempersiapkan tata ruang dan pembangunan hunian ke depannya.

"Peta dasar skala besar ini kita harapkan dapat segera selesai sehingga kita dapat memperoleh informasi sehubungan dengan revisi denah tata ruang wilayah dan rencana detail tata ruang tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Sulawesi Tengah," ungkap dia.

Hidayat mengakui, pemprov punya rencana untuk membangun hunian tetap bagi masyarakat yang terdampak. Ia tidak ingin rehabilitasi pembangunan yang dilakukan pemprov berada di daerah rawan gempa, dan kembali memakan korban. Hidayat juga berharap tidak ada lagi korban jiwa jika gempa kembali menggoncang wilayahnya.

"Termasuk tempat-tempat yang direncanakan untuk menjadi lokasi hunian tetap. Jangan sampai kita relokasi ke tempat yang salah yang berpotensi likuefaksi," pungkas Hidayat.


(HUS)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA