Tingkatkan Kemampuan Literasi Melalui Kearifan Lokal

Program 'Inovasi' Akan Digulirkan ke Daerah Lain

Intan Yunelia    •    Kamis, 13 Sep 2018 16:34 WIB
kemampuan literasi
Program 'Inovasi' Akan Digulirkan ke Daerah Lain
Pembukaan program Inovasi (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Medcom.id/Intan Yunelia.

Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjalin kerja sama dengan Australia untuk menerapkan program Inovasi (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) di sejumlah sekolah rintisan di empat provinsi di Indonesia.  Program ini akan terus digulirkan ke daerah-daerah lain, agar memiliki dampak yang masif bagi perkembangan pendidikan literasi, numerasi dan inklusi di Indonesia.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemendikbud, Totok Suprayitno berharap kerja sama Australia-Indonesia ini dapat meluas ke daerah lainnya, tidak hanya di empat provinsi.  Sebab menurutnya, program ini terbukti meningkatkan kualitas pembelajaran siswa di sekolah.

"Harapannya ini menjadi guliran bola salju yang makin lama makin berkembang," kata Totok saat pembukaan acara Inovasi, di Perpustakaan Kemendikbud, Jakarta, Kamis, 13 September 2018.

Inovasi merupakan program kemitraan pendidikan antara pemerintah Indonesia dan Australia.  Program ini difokuskan untuk meningkatkan mutu pembelajaran pada bidang literasi, numerasi, dan inklusi di jenjang pendidikan dasar. 

Program ini bertujuan untuk mendapatkan cara terbaik dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa yang sesuai dengan potensi lokal.   Ada beberapa pembaharuan yang digunakan guru mengajar di kelas, dan setiap sekolah memiliki metode pembelajaran yang berbeda-beda.   

Program Inovasi ini menggunakan pendekatan khas dan kearifan lokal dalam mengembangan program rintisannya (pilot).   Menurut Totok, dalam prosesnya, Inovasi berusaha untuk menemukan, apakah program tersebut berhasil atau tidak diterapkan di sekolah tersebut. 

Dengan pendekatan tersebut, Inovasi bekerja sesuai dengan evaluasi langsung dari pendekatan-pendekatan yang dilakukan. Sehingga, anak di kelas dapat belajar sesuai potensinya masing-masing.

"Kami menyadari bahwa banyak sekolah kita ini memang memerlukan bantuan inspirasi kita," ujar Totok.

Baca: Indonesia Memiliki Potensi Besar di Industri Perbukuan

Program-program rintisan Inovasi secara umum diterapkan untuk mengatasi permasalahan utama yang telah diidentifikasi di tingkat daerah.  Sesuai dengan kebijakan nasional, di mana pelajaran yang dipetik digunakan untuk membekali praktik kebijakan.

Program ini juga mempertimbangkan inklusi gender dan sosial, dapat diimplementasikan melalui berbagai forum Kelompok Kerja Guru (KKG). Demi memberi kesempatan kepada guru dan kepala sekolah saling berbagi keberhasilan, dan tantangan yang mereka hadapi di lingkungan yang mendukung.

"Inovasi akan terus dievaluasi untuk melihat sampai sejauh mana hasil belajar siswa dapat ditingkatkan," ujar Totok


(CEU)