Ambon Belajar dari Pengalaman

Fachri Audhia Hafiez    •    Kamis, 12 Jul 2018 08:59 WIB
nkri
Ambon Belajar dari Pengalaman
Sarasehan Nasional Merawat Perdamaian/Medcom.id/Fachri Audia Hafiez

Jakarta: Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy menyatakan masyarakat Ambon semakin percaya diri mencontohkan toleransi. Ambon belajar dari pengalaman konflik agama 1999.

"Sangat naif bahwa kita tidak belajar dari pengalaman. Dari pengalaman itu Ambon ke depan kita rumuskan sebagai masyarakat yang sangat santun," kata Richard di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Juli 2018.

Masyarakat Ambon, terang Richard, punya tiga esensi dasar menumbuhkan semangat toleransi. Pertama, Ambon harus menjadi kota harmonis.

Ambon juga harus menjadi kota religius karena di wilayah itu agama kerap digunakan sebagai kekuatan  pemicu disintegrasi atau memecah belah.

"Ketiga harus jadi kota yang sejahtera," tegas Richard.

Ambon juga memiliki alam memesona, berikut masyarakatnya yang dikenal ramah. Richard menyebut Ambon harus matang dan dewasa.

"Respect masyarakat Ambon terhadap tamu lebih ramah lagi dibandingkan masyarakat Ambon sendiri," ucap Richard.

Richard menyampaikan itu saat memberi sambutan pada acara Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) bertajuk Sarasehan Nasional Merawat Perdamaian: Belajar Dari Resolusi Konflik dan Damai di Maluku dan Maluku Utara Untuk Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur.


(OJE)