Badan Informasi Geospasial Susun Ulang Peta Dasar Palu

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 25 Oct 2018 20:42 WIB
gempatsunamiGempa Donggala
Badan Informasi Geospasial Susun Ulang Peta Dasar Palu
Seorang ibu bersama anaknya menyaksikan sisa-sisa reruntuhan rumahnya yang akan diratakan dengan tanah di area bekas likuifaksi di Kelurahan Balaroa, Palu. ANT/Basri Marzuki.

Bogor: Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanuddin Z Abidin akan mengunjungi Palu, Sulawesi Tengah. Kunjungan ini dalam rangka persiapan penyediaan peta dasar mendukung  pemulihan daerah terdampak bencana.

"Tujuannya melihat kondisi lapangan karena akan dipetakan ulang Palu itu," kata Deputi Bidang Informasi Geospasial Dasar Mohamad Arief Syafi'i saat ditemui di kantornya, Jalan Raya Jakarta-Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis 25 Oktober 2018.

Menurut Arief, Kepala BIG dijadwalkan tiba di Palu pada Selasa, 30 Oktober. Sekitar tiga hari, Hasanuddin akan berkeliling wilayah terdampak bencana untuk memulai penyediaan peta dasar tersebut.

"Wilayah terdampak akan dibangun kembali atau ditata ulang dan relokasi ke daerah mana yang cocok, itu butuh peta dasar," ujarnya.

Dalam hal ini, BIG berperan menyediakan peta dasar. Lalu, pemerintah daerah dan lembaga terkait akan menindaklanjuti peta dasar itu dengan membuat rencana tata ruang dan wilayah yang lebih detail.

"(Kawasan terdampak likuifaksi) ini jadi apa, atau (penduduk di sekitar kawasan likuifaksi yang selamat) ini dipindahkan ke mana?," ucapnya.

Pemukiman atau bangunan yang berada di kawasan berbahaya bakal dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Meskipun, bangunan itu tak rusak karena gempa dan tsunami. Arief menyebut pemerintah belum menentukan skema pemindahan pemukiman itu.

"Siang ini di Bappenas ada rapat untuk dibahas lebih lanjut," katanya. 

Sebelumnya, gempa, tsunami dan likuifaksi telah meluluhlantakkan sebagian wilayah di Palu, Sigi, Donggala, dan sekitarnya. Saat ini masa tanggap darurat telah usai dan mulai masuk pada tahap pemulihan dan pembangunan.


(DRI)