Membangun Cinta Buah Nusantara

Arga sumantri    •    Minggu, 27 Nov 2016 10:54 WIB
kementerian pertanian
Membangun Cinta Buah Nusantara
Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian membagikan buah gratis kepada setiap warga yang beraktifitas di gelaran car free day -- MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews, Jakarta: Silakan buah gratis... Tawaran itu disampaikan kepada setiap warga yang beraktifitas di gelaran car free day (CFD).

Buah-buahan, seperti mangga, semangka, dan buah naga dibagikan cuma-cuma kepada peserta CFD. Aksi membagikan buah gratis oleh Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) itu disambut antusias warga.

"Kita melakukan semacam kampanye makan buah nasional," kata Dirjen Hortikultura Kementan Spudnik Sujono di areal CFD, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (27/11/2016).

Spudnik menjelaskan, kegiatan tersebut tindak lanjut Fruit Indonesia 2016. Tujuan besar kegiatan adalah mengangkat buah nusantara menjadi primadona di pasar domestik, juga internasional.

"Juga bagaimana agar masyarakat kita lebih mencintai buah dalam negeri," jelas Spudnik.

Kualitas buah tanah air saat ini, kata Spudnik, cukup baik. Persoalannya, bagaimana membuat buah nusantara semakin banyak diminati pasar internasional.

Banyak pekerjaan rumah Kementan buat merangsang ekspor buah tanah air. Salah satunya, melalui penambahan areal tanam.


Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan membagikan buah gratis  kepada setiap warga yang beraktifitas di gelaran car free day -- MTVN/Arga Sumantri

Kementan ingin setiap daerah di Indonesia lebih mengembangkan tanaman buah. Kementan juga menggenjot pemgembangan kawasan buah terintegrasi dengan eksportir.

Melalui program tersebut, eksportir tidak melulu membeli dan menjual buah. Tapi, juga diminta untuk turun mengembangkan buah-buahan di tingkat hulu.

"Seperti perintah pak Presiden Jokowi," ucap Spudnik.

Menurut Spudnik, buah tanah air sangat potensial berkembang. Sebab, setiap daerah di tanah air memiliki spesifikasi buah yang cukup diunggulkan.

"Pisang misalnya, sentra utama di Lampung. Mangga di Jawa Timur sampai Banyuwangi, Jawa Barat juga mangga. Durian, di Sumatera dan Kalimantan," beber Spudnik.

Ekspor Buah Indonesia Meningkat
Ada kabar baik dari kondisi ekspor buah Nusantara. Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Gardjita Budi mengatakan, volume ekspor buah Indonesia meningkat hingga 60 persen sejak 2014. Secara nilai, pemasukan dari hasil buah juga meningkat sampai 30 persen.

"Import menurun, volumenya 18 persen, dan secara nilai antara 13 sampai 14 persen menurun," ujar Gardjita.


Suasana bagi-bagi buah di gelaran car free day -- MTVN/Arga Sumantri

Menurut Gardjita, buah-buahan, seperti mangga, manggis, dan nanas jadi primadona di pasar ASEAN. Sementara, buah seperti pisang, mangga, dan salak, banyak diminati di Uni Emirat Arab.

"Mangga, salak, dan manggis, itu buah yang tren ekspornya terus meningkat," ujar Gardjita.

Kementan mengaku belum puas dengan capaian yang ada. Kementan ingin terus menambah angka eskpor, sekaligus menekan impor buah-buahan.

"Ini adalah caranya mengembangkan sentra produksi buah, perbaiki kualitas keamanan pangan. Kita punya programnya," kata Gardjita.

Selain lewat program yang sudah disebutkan sebelumnya, Kementan juga menggalakkan program partisipasi masyarakat. Warga diajak menanam di pekarangan rumah.

"Kita sediakan benihnya, bibitnya. Dengan cara itu, diharapkan produksi buah meningkat, kebutuhan masyarakat juga dipenuhi. Kita harap impor lebih banyak bisa ditekan," pungkas Gardjita.

Selain melakukan kegiatan kampanye cinta buah nusantara, Kementan juga memanfaatkan gelaran CFD untuk membantu penjualan hasil cocok tanam, seperti bawang, cabai, dan lain-lain. Harga yang dipatok di bawah harga pasar, membikin banyak peserta CFD antusias membeli.


(NIN)