Kemenhub Bentuk Tim Investigasi Kematian Amirulloh

Al Abrar, Nur Azizah    •    Rabu, 11 Jan 2017 16:10 WIB
penganiayaan di stip
Kemenhub Bentuk Tim Investigasi Kematian Amirulloh
STIP di Cilincing, Jakarta Utara. Foto: MI/Immanuel

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perhubungan membentuk tim internal untuk menginvestigasi kasus kamatian Amirulloh Adityas Putra. Siswa tingkat satu Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) itu meninggal diduga dianiaya senior, kemarin.

"Sudah dibentuk tim investigasi dari kementerian untuk menginvestigasi kejadian ini, dari Pak Menteri (Menteri Perhubungan Budi Karya) langsung," kata Kepala STIP Capt Weku F. Karuntu di rumah duka, Jalan Warakas 3, Tanjung Priok, Jakarta Utara,Rabu (11/1/2017).

Sedangkan STIP akan melaksanakan sidang kehormatan kepada lima orang yang menganiaya siswa tingkat satu. Jika terbukti bersalah, STIP akan mengeluarkan mereka dari sekolah kedinasan itu.

"Kami (STIP) juga melakukan sidang kehormatan sesuai perintah dari kepala Badan Pembinaan Sumber Daya Manusia (BTPSM) Perhubungan. Aturannya, kalau memang terbukti akan dikeluarkan," ujarnya.

Weku mengatakan, selama ini pihaknya berusaha maksimal mencegah kekerasan antarsiswa. Catatan polisi, kasus kekerasan di STIP sudah tiga kali terjadi. "Dari semua ini, kami akan mengevaluasi," ujar Weku.

Polisi menetapkan empat siswa tingkat dua STIP sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan Amirulloh. Sedangkan seorang siswa tingkat dua ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menganiaya siswa tingkat satu lainnya.

Keluarga Amirulloh percaya polisi bisa menuntaskan kasus ini. "Harus diusut secara tuntas dan pelaku dihukum setimpal, karena ini masalah nyawa," ujar paman korban, Nurul Arifin.

Arifin menerima kabar kematian Amirulloh dari Amarullah Adityas Putra. Sekitar pukul 01.00 dini hari tadi, petugas medis STIP menyatakan Amirulloh meninggal. Pukul 04.00, Amarullah datang ke rumah Arifin.

"Saudara kembarnya gedor rumah saya mengabarkan Amir sudah meninggal," kata Arifin. Amarullah sekolah di Akademi Maritim Indonesia, Pulomas, Jakarta Timur.


(TRK)