Pemerintah Jamin Vaksin Difteri Cukup

Antara    •    Jumat, 29 Dec 2017 16:56 WIB
klb difteri
Pemerintah Jamin Vaksin Difteri Cukup
Seorang anak mendapatkan suntikan Td (Tetanus-difteri) di SD Islam Terpadu Malang, Jawa Timur - ANT/Ari Bowo Sucipto

Jakarta: Pemerintah menjamin ketersediaan vaksin difteri untuk imunisasi ulang atau "Outbreak Response Immunization" (ORI) dan Antidifteri Serum (ADS) untuk pengobatan pasien difteri tercukupi.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, PT Bio Farma selaku produsen vaksin dan Badan Kesehatan Dunia Wilayah Asia Tenggara (WHO SEARO) membantu penyediaan vaksin dan obat ADS untuk menutupi kebutuhan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri di Indonesia.

"Penyediaan vaksin sebagai wujud Nawacita, di mana negara hadir untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara," kata Nila.

Kemenkes juga meminta PT Bio Farma untuk memperbanyak produksi vaksin agar setiap orangtua bisa melengkapi imunisasi dasar anak-anaknya dan untuk memenuhi kebutuhan ORI. Selain itu, apabila persediaan vaksin difteri mencukupi, dapat digunakan untuk masyarakat di luar program ORI. Nila mengatakan vaksin untuk ORI atau untuk memenuhi kebutuhan dasar imunisasi harus selalu tersedia.

Menteri Nila juga meminta Bio Farma memprioritaskan persediaan vaksin untuk Indonesia, setelah itu baru untuk kepentingan ekspor. Bio Farma sebelumnya juga telah menyumbang 700 vial ADS untuk kebutuhan pasien difteri.

Nila juga mengatakan WHO SEARO telah menyumbangkan ADS sebanyak 500 vial untuk keperluan kasus KLB difteri di Indonesia.

"Pekan lalu, WHO SEARO melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi mengirimkan 500 vial Antidifteri Serum. Artinya, baik masyarakat maupun pasien difteri tidak perlu khawatir lagi soal pengobatannya," kata Nila.

Dia menekankan bahwa penanganan KLB difteri di Indonesia harus dilakukan oleh semua pihak dengan saling bekerja sama.


(ALB)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA