12 Juta Orang Belum Merekam KTP-el

M Sholahadhin Azhar    •    Rabu, 10 Jan 2018 03:14 WIB
e-ktp
12 Juta Orang Belum Merekam KTP-el
Ilustrasi KTP-el. (ANT/Irwansyah Putra)

Jakarta: Data penduduk jelang helatan Pilkada 2018 jadi sorotan. Kementerian Dalam Negeri mengaku masih punya tanggung jawab merekam data sekitar 12 juta penduduk.

"(Hutang) itu sekitar 12 juta orang (yang harus merekam)," kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Jakarta Pusat, Selasa 9 Januari 2018.

Rinciannya, kata Tjahjo, tiga persen dari total keseluruhan penduduk atau setara dengan enam juta penduduk. Belum lagi ditambah jumlah remaja yang baru menginjak usia 17 tahun saat pilkada pada Juni 2018.

Perhitungan Kemendagri, ada 5,6 juta remaja yang bakal mendapat KTP-el pada akhir April 2018. Dengan begitu, total perekaman yang belum tuntas sekitar 12 juta jiwa. Tjahjo janji pengerjannya bakal dikebut. 

"Percepatan terus dilakukan. Kita lakukan perekaman di hari libur dan menjemput bola di berbagai tempat," katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu juga meminta masyarakat aktif berperan untuk memperoleh haknya. Tjahjo tak ingin kisruh warga yang tidak bisa mencoblos seperti di Pilkada Jakarta terulang.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakhrulloh mengklaim ketersediaan blangko cukup untuk mencetak kebutuhan KTP-el. Ia mengatakan, pengadaan blangko telah dilakukan pada semester ketiga 2017 dan secara bertahap pencetakannya dilakukan hingga awal tahun ini untuk memenuhi kebutuhan pembuatan KTP-el 2018 dan 2019.

"Dengan demikian, semua hasil perekaman KTP-E sudah dapat ditunggalkan dan dicetak pada hari yang sama, surat keterangan yang selama ini sebagai pengganti tanda identitas secara berangsur telah dapat diganti dengan KTP-E karena blangko KTP-E tersedia dengan jumlah yang cukup di seluruh Indonesia," kata Zudan.


(AGA)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA